![]() |
| Asesmen Diagnostik Non-Kognitif |
Penulis : KURNIAWAN
Pengawas Dikdas LU
A. Asesmen Diagnostik Non-Kognitif
Memasuki awal tahun ajaran baru, salah satu langkah krusial dalam menerapkan pembelajaran mendalam adalah mengenali karakteristik peserta didik.
Melalui pelaksanaan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif, guru dapat memetakan modalitas belajar siswa sejak dini agar proses KBM di kelas berjalan efektif, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Melalui artikel ini, saya membagikan instrumen lengkap siap pakai yang terdiri dari Rubrik dan Kuesioner Gaya Belajar (Visual, Auditorial, Kinestetik) serta Lembar Pemetaan 8 Area Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences).
Dokumen ini dapat digunakan oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran untuk melakukan evaluasi diri awal pada siswa.
Silakan pelajari struktur instrumen dan rekapitulasinya di bawah ini.
1. Rubrik & Kuesioner Gaya Belajar Siswa
|
No |
Aspek |
Indikator |
Pilihan Jawaban |
|
1 |
Gaya Belajar Visual |
1. Cara belajar
dengan membaca 2. Suka mencatat 3. Membaca dengan
cepat dan tekun 4. Mudah mengingat apa yang dilihat dari pada yang didengar 5. Tidak terganggu dengan keributan 6. Sering menjawab pertanyaan dengan ya/tidak 7. Pola berbicara cepat 8. Cara bekerja mengikuti petunjuk gambar
dan perencana jangka
Panjang yang baik 9. Cara berkomunikasi langsung/melihat ekspresi wajah 10. Kegiatan yang
disukai adalah demonstrasi 11. Lebih suka
seni daripada musik |
A |
|
2 |
Gaya Belajar Auditorial |
1. Cara belajar
dengan mendengarkan 2. Kesulitan dalam
menulis/mencatat tetapi pandai bercerita 3. Membaca dengan
suara keras 4.
Mudah mengingat apa yang
didiskusikan/dijelaskan daripada yang dilihat 5.
Mudah terganggu dengan
keributan 6. Sering menjawab pertanyaan dengan panjang lebar 7. Pola berbicara sedang dan berirama 8.
Cara bekerja sambil berbicara dan mampu menirukan perubahan suara 9.
Cara berkomunikasi senang
lewat telepon 10. Kegiatan yang
disukai adalah diskusi/berbicara 11.
Lebih suka music
daripada seni |
B |
|
3 |
Gaya Belajar Kinestetik |
1. Cara belajar
senang dengan model
praktik 2. Banyak sekali
tulisan tanpa dibaca
kembali 3. Membaca dengan
menggunakan jari sebagai penunjuk 4. Mengingat dengan
menulis informasi berkali-kali 5. Tidak dapat
duduk diam dalam
waktu lama 6. Sering menjawab pertanyaan dengan diikuti
gerakan tubuh |
C |
Selanjutnya penyusunana insrumen Kuesioner Non Kognitif, di bawah ini hanya sebagai comtoh bisa di kembangkan sesuai dengan kebutuhan di sekolah masing – masong.
2. Contoh Instrumen Lembar Kuesioner Non Kognitif
Penentuan Tipe Gaya Belajar Siswa
1. Identitas
Nama Siswa :
No Absen :
Kelas :
II. Petunjuk Pengisian :
- Bacalah setiap pernyataan dengan teliti
- Kamu akan menjumpai sejumlah pernyataan mengenai tipe gaya belajar pada diri kamu
- Jawaban yang diberikan pada instrument ini tidak akan emmepengaruhi hasil belajar kamu
- Isilah semua pernyataan tanpa ada yang terlewat pada lembar jawaban yang tersedia
- Kejujuran dan kesediaan kamu dalam pengisian instrument sangat membantu pencapaian tujuan pembelajaran
1. Saya sangat
suka….
a. Mencatat
b. Bercerita
c. Menjiplak
2. Saya suka membaca dengan…
a. Cepat
b. Suara
keras
c. Jari sebagai penunjuk
3. Saya paling suka belajar
dengan…
a. Membaca
b. Mendengarkan
c. Bergerak
4. Saya mudah
mengingat dengan apa yang…
a. Saya
lihat
b. Saya
dengar
c. Saya tulis
5.
Apabila mencatat,
saya…
a. Banyak catatan disertai gambar
b. Sedikit
mencatat karena lebih
suka mendengarkan
c. Banyak catatan namun tidak disertai gambar
6. Saya menjawab pertanyaan dengan jawaban…
a. Ya atau tidak
b. Panjang
lebar (suka bercerita)
c. Diikuti dengan gerkan anggota tubuh
7.
Saat belajar
saya…
a. Tidak
mudah terganggu dengan
keributan
b. Mudah
terganggu dengan keributan
c. Tidak dapat duduk diam dalam waktu lama
8. Saya mengingat
dengan cara…
a. Membayangkan
b. Mengucapkan
c. Sambal berjalan dan melihat
9.
Saya berbicara
lebih suka…
a. Melihat
wajah langsung
b. Lewat
telepon
c. Memperhatikan Gerakan tubuh
10. Ketika berbicara saya….
a. Cepat
b. Intonasi/berirama
c. Lambat
11. Cara saya belajar
bisanya suka….
a. Mengikuti petunjuk gambar
b. Sambal
berbicara
c. Berbicara sambal menulis
12.
Saya sering
mengisi waktu luang
dengan…
a. Menonton
b. Mendengarkan music
c. Bermain game
13. Saya
lebih mudah memahami
pelajaran dengan…..
a. Melihat
peraga
b. Berdiskusi
c. Praktik
14. saya lebih menyukai…..
a. Gambar
b. Musik
c. Permainan
3. Rekapitulasi Hasil Asesmen Non Kognitif
S
Guru dapat memasukkan hasil perhitungan skor dari masing-masing siswa ke dalam tabel di bawah ini untuk memetakan kecenderungan mereka
|
no |
Nama Siswa |
Jumlah Jawaban |
Dominasi Gaya Belajar |
||
|
Pilihan A Visual |
Pilihan B Auditorial |
Pilihan C Kinesteti |
|||
|
1 |
Jono |
10 |
2 |
2 |
Visual |
|
2 |
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
7 |
|
|
|
|
|
|
8 |
|
|
|
|
|
B. INSTRUMEN ASESMEN DIAGNOSTIK (NON-KOGNITIF) PEMETAAN 8 AREA KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCES) SISWA
Setiap peserta didik terlahir dengan keistimewaan dan potensi yang unik. Berdasarkan teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences), kecerdasan seseorang tidak hanya diukur dari satu aspek akademik (kognitif) saja, melainkan membentang ke dalam 8 (delapan) area kecerdasan yang berbeda.Instrumen asesmen diagnostik non-kognitif ini disusun secara khusus untuk membantu memetakan area kecerdasan utama atau dominan pada diri peserta didik. Pemetaan awal ini sangat krusial sebagai "kompas" bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran berdiferensiasi yang inklusif, menyenangkan, dan benar-benar berpihak pada potensi masing-masing anak.
- Unduh Dokumen Instrumen Monev MPLS 2026 Jenjang SD, SMP, dan SMA (Sesuai Aturan Terbaru)
- CARA PRAKTIS MENYUSUN PROTA DAN MENGHITUNG ALOKASI WAKTU KURIKULUM MERDEKA (LENGKAP DENGAN CONTOH)
- SUSUNAN STRUKTUR KURIKULUM & JADWAL PELAJARAN SD 2026 - 2027 (Plus Contoh Jadwal Lengkap)
- CARA ANALISIS HASIL ASESMEN DAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN (Contoh Lengkap)
- CARA MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM YANG EFEKTIF ( Berserta Contoh RPP PM)
1. Contoh Instrumen Multiple Intelligences
I. Identitas Siswa
Nama : ....................................................................
No : ....................................................................
Kelas : ....................................................................
II. Petunjuk Pengerjaan:
Bacalah setiap pernyataan di bawah ini dengan saksama. Berilah tanda centang (√) pada kolom "Sesuai" jika pernyataan tersebut menggambarkan kebiasaan, minat, atau kondisi diri kamu yang sebenarnya.III. Lembar Instrumen Multiple Intelligences Siswa
|
No |
PERNYATAAN
AREA KECERDASAN MAJEMUK |
Sesuai (√) |
|
A |
AREA
1: KECERDASAN MUSIKAL |
|
|
1 |
Saya
suka mendengarkan lagu di radio, CD, atau aplikasi ponsel.
|
|
|
2 |
Saya
suka menonton video musik di TV atau internet.
|
|
|
3 |
Saya
suka pergi ke konser musik dan mendengarkan musik secara live.
|
|
|
4 |
Saya
dapat mengingat lagu, lirik rap, atau melodi dengan mudah.
|
|
|
5 |
Saya
mengambil pelajaran musik, menyanyi, atau memainkan alat musik.
|
|
|
6 |
Saya
bisa mempelajari lagu baru dengan mudah.
|
|
|
7 |
Saya
suka bernyanyi.
|
|
|
B |
AREA
2: KECERDASAN SPASIAL |
|
|
8 |
Saya
suka kelas seni.
|
|
|
9 |
Saya
suka menggambar, melukis, dan membuat sesuatu dari tanah liat.
|
|
|
10 |
Saya
senang menyusun teka-teki (puzzle).
|
|
|
11 |
Saya
suka membuat sesuatu menggunakan balok, Lego, dan permainan merakit lainnya.
|
|
|
12 |
Bermain
video game itu menyenangkan bagi saya. |
|
|
13 |
Saya
dapat membuat gambaran di pikiran saya untuk membantu saya berpikir.
|
|
|
14 |
Saya
memperhatikan berbagai tampilan visual benda, seperti pakaian, mobil, dan
gaya rambut.
|
|
|
C |
AREA
3: KECERDASAN VERBAL-LINGUISTIK |
|
|
15 |
Saya
suka membaca buku, majalah, dan buku komik.
|
|
|
16 |
Saya
memiliki kosakata yang baik dan suka mempelajari kata-kata baru.
|
|
|
17 |
Saya
senang menulis email atau pesan teks kepada teman-teman saya.
|
|
|
18 |
Saya
suka aktivitas menulis.
|
|
|
19 |
Saya
senang memainkan permainan kata seperti Scrabble dan teka-teki silang.
|
|
|
20 |
Saya
pikir akan menyenangkan punya jurnal pribadi untuk menulis ide dan pemikiran
saya.
|
|
|
21 |
Saya
suka berbicara dengan teman saya di telepon.
|
|
|
D |
AREA
4: KECERDASAN NATURALIS
|
|
|
22 |
Saya
suka bermain dengan hewan dan merawat mereka.
|
|
|
23 |
Saya
suka pergi ke kebun binatang, taman, atau akuarium.
|
|
|
24 |
Saya
suka berada di luar ruangan atau alam bebas.
|
|
|
25 |
Saya
suka mendaki, berjalan, atau berlari di luar ruangan.
|
|
|
26 |
Saya
suka mengamati perubahan alam, seperti badai petir, hujan, salju, dan sinar
matahari.
|
|
|
27 |
Saya
membantu kegiatan mendaur ulang dan menjaga lingkungan sekitar.
|
|
|
28 |
Saya
sangat memperhatikan lingkungan sekitar saya seperti pohon, batu, bunga,
burung, serangga, dan hewan lainnya. |
|
|
E |
AREA
5: KECERDASAN LOGIKA-MATEMATIKA |
|
|
29 |
Saya
suka melakukan eksperimen sains dan pergi ke museum sains.
|
|
|
30 |
Saya
merasa masalah aritmatika dan matematika itu menarik.
|
|
|
31 |
Memecahkan
misteri atau teka-teki itu menyenangkan.
|
|
|
32 |
Angka
sangat menarik bagi saya.
|
|
|
33 |
Saya
suka game seperti catur atau game komputer yang membuat saya
harus banyak berpikir.
|
|
|
34 |
Saya
suka acara TV edukasi yang membahas tentang sains dan matematika.
|
|
|
35 |
Saya
bisa mengerjakan soal matematika di kepala saya (mencongak) dan membuat
perkiraan yang baik.
|
|
|
F |
AREA
6: KECERDASAN KINESTETIK-JASMANI |
|
|
36 |
Saya
suka menari.
|
|
|
37 |
Saya
suka berolahraga seperti bisbol, sepak bola, hoki, atau basket.
|
|
|
38 |
Saya
suka membuat kerajinan tangan seperti merangkai manik-manik, menjahit,
makrame, atau pertukangan.
|
|
|
39 |
Saya
suka berakting dalam drama atau sandiwara.
|
|
|
40 |
Saya
suka bergerak (berjalan-jalan) ketika memikirkan banyak hal.
|
|
|
41 |
Saya
suka aktivitas fisik seperti seni bela diri, tenis, lari, jogging,
bersepeda, skateboard, atau senam.
|
|
|
42 |
Saya
sering "merasakan" (lewat insting tubuh) bahwa apa yang saya
lakukan sudah benar.
|
|
|
G |
AREA
7: KECERDASAN INTERPERSONAL |
|
|
43 |
Saya
suka sering bersama teman-teman saya.
|
|
|
44 |
Saya
suka membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.
|
|
|
45 |
Saya
suka membaca buku atau menonton film tentang orang-orang dan kehidupan
mereka.
|
|
|
46 |
Saya
biasanya tahu dan peka terhadap bagaimana perasaan orang lain.
|
|
|
47 |
Menyenangkan
bagi saya untuk mengatur/memimpin kegiatan di rumah dan di sekolah.
|
|
|
48 |
Saya
lebih suka menghabiskan waktu dengan orang lain daripada menghabiskan waktu
sendirian.
|
|
|
49 |
Saya
aktif dan suka berbicara dalam diskusi kelas.
|
|
|
H |
AREA
8: KECERDASAN INTRAPERSONAL |
|
|
50 |
Saya
suka melakukan sesuatu secara mandiri/sendiri.
|
|
|
51 |
Saya
lebih suka bekerja sendiri daripada berkelompok dengan siswa lain.
|
|
|
52 |
Saya
suka menghabiskan waktu untuk memikirkan atau menulis tentang hal-hal yang
penting bagi saya.
|
|
|
53 |
Saya
suka bermain game komputer sendirian.
|
|
|
54 |
Saya
biasanya menyadari dan tahu persis apa perasaan saya sendiri.
|
|
|
55 |
Saya
suka menuliskan pemikiran dan perasaan saya dalam buku harian atau jurnal.
|
|
|
56 |
Saya
tahu betul hal-hal yang saya kuasai (kelebihan) dan hal-hal yang tidak
terlalu saya kuasai (kekurangan).
|
|
2. Deskripsi & Petunjuk Pengolahan Skor
Setelah siswa selesai mengisi lembar kuesioner, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh guru kelas atau guru bimbingan konseling adalah melakukan penghitungan skor dan pemetaan profil kecerdasan.
Setiap area kecerdasan (Area 1 hingga Area 8) memiliki 7 butir pernyataan. Guru hanya perlu menghitung jumlah tanda centang (√) atau jawaban "Sesuai" pada masing-masing area.
Area yang banyak terisi menunjukkan kecerdasan majemuk yang dimiliki
Total centang tersebut menjadi skor mentah siswa pada area kecerdasan yang bersangkutan (skor maksimal per area adalah 7).
Untuk mempermudah analisis dan tindak lanjut pembelajaran berdiferensiasi, hasil skoring dikelompokkan ke dalam 3 rentang kategori perkembangan berikut:
Skor 5 – 7 (Sangat Kuat / Dominan): Menunjukkan potensi bakat alami dan area kecerdasan utama siswa. Guru dapat memanfaatkan kekuatan di area ini sebagai strategi utama untuk membantu siswa memahami materi pelajaran yang kompleks.
Skor 3 – 4 (Sedang / Berkembang Normal): Menunjukkan kecerdasan yang cukup berfungsi dengan baik, namun masih membutuhkan stimulasi dan pembiasaan agar dapat berkembang lebih optimal.
Skor 0 – 2 (Baru Berkembang / Perlu Bimbingan): Menunjukkan area yang bukan menjadi preferensi utama siswa. Guru perlu memberikan perhatian dan pendekatan pendukung tanpa harus memaksakan standar pencapaian yang sama dengan area dominan siswa.
3. Kode Indikator Area Kecerdasan
A1 = Kecerdasan Musikal
A2 = Kecerdasan Spasial (Visual-Spasial)
A3 = Kecerdasan Verbal (Linguistik)
A4 = Kecerdasan Naturalis
A5 = Kecerdasan Logika-Matematika
A6 = Kecerdasan Kinestetik (Jasmani)
A7 = Kecerdasan Interpersonal (Sosial)
A8 = Kecerdasan Intrapersonal (Mandiri/Reflektif)
Tabel Rekapitulasi Hasil Asesmen Kelas
|
No |
Nama Siswa |
A1 |
A2 |
A3 |
A4 |
A5 |
A6 |
A7 |
A8 |
Area Kecerdasan Dominan (Skor
≥ 5) |
Catatan / Rekomendasi Gaya
Belajar |
|
1 |
Jono |
2 |
6 |
3 |
1 |
4 |
5 |
3 |
4 |
Spasial (6), Kinestetik (5) |
Cocok belajar dengan alat peraga
visual, infografis, dan praktik/proyek langsung. |
|
2 |
Contoh: Siti |
3 |
2 |
6 |
4 |
3 |
2 |
6 |
5 |
Verbal (6), Interpersonal (6) |
Sangat baik dalam diskusi kelompok,
presentasi, dan tugas menulis/bercerita. |
C. Tindak Lanjut Hasil Pemetaan (Untuk RPP/Modul Ajar)
Data dari tabel rekapitulasi di atas bukan sekadar arsip administrasi, melainkan fondasi utama dalam merancang RPP atau Modul Ajar yang berdiferensiasi:Diferensiasi Konten: Guru menyediakan materi dalam berbagai bentuk (video untuk Spasial/Musikal, teks bacaan untuk Verbal, dan alat peraga untuk Kinestetik).
Diferensiasi Proses: Siswa dengan kecerdasan Interpersonal tinggi dapat dijadikan ketua kelompok diskusi, sementara siswa dengan Intrapersonal tinggi diberi ruang untuk mengerjakan proyek mandiri yang reflektif.
Diferensiasi Produk: Saat memberikan tugas akhir, guru dapat memberi pilihan bentuk pengumpulan tugas (misalnya: membuat poster, menulis artikel, membuat video/vlog, atau cipta lagu/puisi) sesuai dengan area dominan siswa.
Sebagai pendidik, kita menyadari bahwa setiap anak terlahir dengan keunikan dan modalitas belajarnya masing-masing.
“Guru yang hebat adalah mereka yang tahu cara memantik potensi dan menstimulus proses bertumbuh siswanya”
Semoga instrumen ini menjadi langkah awal yang baik bagi Bapak/Ibu guru dalam mewujudkan pembelajaran yang benar-benar berpihak pada murid. Selamat bertugas, dan salam pendidikan bermutu
