Minggu, 12 Juli 2026

Contoh Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: Pemetaan Gaya Belajar & 8 Kecerdasan Siswa siap Copy

Contoh Asesmen Diagnostik Non-Kognitif:Siap Copy
Asesmen Diagnostik Non-Kognitif


Penulis : KURNIAWAN
Pengawas Dikdas LU

A. Asesmen Diagnostik Non-Kognitif


Memasuki awal tahun ajaran baru, salah satu langkah krusial dalam menerapkan pembelajaran mendalam adalah mengenali karakteristik peserta didik.

Melalui pelaksanaan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif, guru dapat memetakan modalitas belajar siswa sejak dini agar proses KBM di kelas berjalan efektif, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Melalui artikel ini, saya membagikan instrumen lengkap siap pakai yang terdiri dari Rubrik dan Kuesioner Gaya Belajar (Visual, Auditorial, Kinestetik) serta Lembar Pemetaan 8 Area Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences).

Dokumen ini dapat digunakan oleh guru kelas maupun guru mata pelajaran untuk melakukan evaluasi diri awal pada siswa.

Silakan pelajari struktur instrumen dan rekapitulasinya di bawah ini.

1. Rubrik & Kuesioner Gaya Belajar Siswa


RUBRIK PENILAIAN DIAGNOSTIK (NON KOGNITIF)
GAYA BEAJAR SISWA

No

Aspek

Indikator

Pilihan Jawaban

1

Gaya Belajar Visual

1.      Cara belajar dengan membaca

2.      Suka mencatat

3.      Membaca dengan cepat dan tekun

4.      Mudah mengingat apa yang dilihat dari pada yang didengar

5.      Tidak terganggu dengan keributan

6.      Sering menjawab pertanyaan dengan ya/tidak

7.      Pola berbicara cepat

8.      Cara bekerja mengikuti petunjuk gambar dan perencana jangka Panjang yang baik

9.      Cara berkomunikasi langsung/melihat ekspresi wajah

10.   Kegiatan yang disukai adalah demonstrasi

11.   Lebih suka seni daripada musik

 

A

2

Gaya Belajar Auditorial

1.      Cara belajar dengan mendengarkan

2.      Kesulitan dalam menulis/mencatat tetapi pandai bercerita

3.      Membaca dengan suara keras

4.      Mudah mengingat apa yang didiskusikan/dijelaskan daripada yang dilihat

5.      Mudah terganggu dengan keributan

6.      Sering menjawab pertanyaan dengan panjang lebar

7.      Pola berbicara sedang dan berirama

8.      Cara bekerja sambil berbicara dan mampu menirukan perubahan suara

9.      Cara berkomunikasi senang lewat telepon

10.   Kegiatan yang disukai adalah diskusi/berbicara

11.  Lebih suka music daripada seni

 

B

3

Gaya Belajar Kinestetik

1.      Cara belajar senang dengan model praktik

2.      Banyak sekali tulisan tanpa dibaca kembali

3.      Membaca dengan menggunakan jari sebagai penunjuk

4.      Mengingat dengan menulis informasi berkali-kali

5.      Tidak dapat duduk diam dalam waktu lama

6.      Sering menjawab pertanyaan dengan diikuti gerakan tubuh

 

C

 

Selanjutnya penyusunana insrumen Kuesioner Non Kognitif, di bawah ini hanya sebagai comtoh bisa di kembangkan sesuai dengan kebutuhan di sekolah masing – masong.

2. Contoh Instrumen Lembar Kuesioner Non Kognitif


Penentuan Tipe Gaya Belajar Siswa

1. Identitas

    Nama Siswa  :
    No Absen      :
    Kelas            :

II. Petunjuk Pengisian :
  1. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti
  2. Kamu akan menjumpai sejumlah pernyataan mengenai tipe gaya belajar pada diri kamu
  3. Jawaban yang diberikan pada instrument ini tidak akan emmepengaruhi hasil belajar kamu
  4. Isilah semua pernyataan tanpa ada yang terlewat pada lembar jawaban yang tersedia
  5. Kejujuran dan kesediaan kamu dalam pengisian instrument sangat membantu pencapaian tujuan pembelajaran
III. Daftar Pernyataan :

1.       Saya sangat suka….

a.  Mencatat

b.  Bercerita

c.  Menjiplak

 

2.        Saya suka membaca dengan…

a.    Cepat

b.    Suara keras

c.    Jari sebagai penunjuk


3.        Saya paling suka belajar dengan…

a.  Membaca

b.  Mendengarkan

c.  Bergerak

 

4.        Saya mudah mengingat dengan apa yang…

a.    Saya lihat

b.    Saya dengar

c.    Saya tulis


5.         Apabila mencatat, saya…

a.  Banyak catatan disertai gambar

b. Sedikit mencatat karena lebih suka mendengarkan

c.  Banyak catatan namun tidak disertai gambar


6.      Saya menjawab pertanyaan dengan jawaban…

a.  Ya atau tidak

b.  Panjang lebar (suka bercerita)

c.  Diikuti dengan gerkan anggota tubuh


7.          Saat belajar saya…

a.  Tidak mudah terganggu dengan keributan

b.  Mudah terganggu dengan keributan

c.  Tidak dapat duduk diam dalam waktu lama


8.           Saya mengingat dengan cara…

a.    Membayangkan

b.    Mengucapkan

c.    Sambal berjalan dan melihat


9.         Saya berbicara lebih suka…

a.  Melihat wajah langsung

b.  Lewat telepon

c.  Memperhatikan Gerakan tubuh

 

10.    Ketika berbicara saya….

a.  Cepat

b.  Intonasi/berirama

c.  Lambat

 

11.     Cara saya belajar bisanya suka….

a.  Mengikuti petunjuk gambar

b.  Sambal berbicara

c.  Berbicara sambal menulis


12.      Saya sering mengisi waktu luang dengan…

a.    Menonton

b.   Mendengarkan music

c.    Bermain game


13.   Saya lebih mudah memahami pelajaran dengan…..

a.    Melihat peraga

b.   Berdiskusi

c.    Praktik


14.   saya lebih menyukai…..

a.    Gambar

b.   Musik

c.    Permainan 


        3.      Rekapitulasi Hasil Asesmen Non Kognitif

Setelah instrumen kuesioner selesai diisi oleh seluruh peserta didik, langkah selanjutnya adalah melakukan rekapitulasi data. 

Guru dapat memasukkan hasil perhitungan skor dari masing-masing siswa ke dalam tabel di bawah ini untuk memetakan kecenderungan mereka

no

Nama Siswa

  Jumlah Jawaban

Dominasi

 Gaya Belajar

Pilihan  A

Visual

Pilihan B

Auditorial

Pilihan C

Kinesteti

1

Jono

10

2

2

Visual

2

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

8

 

 

 

 

 

 

B. INSTRUMEN ASESMEN DIAGNOSTIK (NON-KOGNITIF) PEMETAAN 8 AREA KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCES) SISWA

Setiap peserta didik terlahir dengan keistimewaan dan potensi yang unik. Berdasarkan teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences), kecerdasan seseorang tidak hanya diukur dari satu aspek akademik (kognitif) saja, melainkan membentang ke dalam 8 (delapan) area kecerdasan yang berbeda.

Instrumen asesmen diagnostik non-kognitif ini disusun secara khusus untuk membantu memetakan area kecerdasan utama atau dominan pada diri peserta didik. Pemetaan awal ini sangat krusial sebagai "kompas" bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran berdiferensiasi yang inklusif, menyenangkan, dan benar-benar berpihak pada potensi masing-masing anak.

Penting juga di baca untuk persiapan perencanaan Pembelajaran:

1.      Contoh Instrumen Multiple Intelligences


INSTRUMEN ASESMEN DIAGNOSTIK (NON-KOGNITIF)
PEMETAAN 8 AREA KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCES) SISWA 

I.     Identitas Siswa

      Nama     : ....................................................................
      No         : ....................................................................
      Kelas     : ....................................................................

II. Petunjuk Pengerjaan:

Bacalah setiap pernyataan di bawah ini dengan saksama. Berilah tanda centang (√) pada kolom "Sesuai" jika pernyataan tersebut menggambarkan kebiasaan, minat, atau kondisi diri kamu yang sebenarnya.

III. Lembar Instrumen Multiple Intelligences Siswa

No

PERNYATAAN AREA KECERDASAN MAJEMUK

Sesuai (√)

A

AREA 1: KECERDASAN MUSIKAL

1

Saya suka mendengarkan lagu di radio, CD, atau aplikasi ponsel.

 

 

2

Saya suka menonton video musik di TV atau internet.

 

 

3

Saya suka pergi ke konser musik dan mendengarkan musik secara live.

 

 

4

Saya dapat mengingat lagu, lirik rap, atau melodi dengan mudah.

 

 

5

Saya mengambil pelajaran musik, menyanyi, atau memainkan alat musik.

 

 

6

Saya bisa mempelajari lagu baru dengan mudah.

 

 

7

Saya suka bernyanyi.

 

 

B

AREA 2: KECERDASAN SPASIAL

 

8

Saya suka kelas seni.

 

 

9

Saya suka menggambar, melukis, dan membuat sesuatu dari tanah liat.

 

 

10

Saya senang menyusun teka-teki (puzzle).

 

 

11

Saya suka membuat sesuatu menggunakan balok, Lego, dan permainan merakit lainnya.

 

 

12

Bermain video game itu menyenangkan bagi saya.

 

13

Saya dapat membuat gambaran di pikiran saya untuk membantu saya berpikir.

 

 

14

Saya memperhatikan berbagai tampilan visual benda, seperti pakaian, mobil, dan gaya rambut.

 

 

C

AREA 3: KECERDASAN VERBAL-LINGUISTIK

 

15

Saya suka membaca buku, majalah, dan buku komik.

 

 

16

Saya memiliki kosakata yang baik dan suka mempelajari kata-kata baru.

 

 

17

Saya senang menulis email atau pesan teks kepada teman-teman saya.

 

 

18

Saya suka aktivitas menulis.

 

 

19

Saya senang memainkan permainan kata seperti Scrabble dan teka-teki silang.

 

 

20

Saya pikir akan menyenangkan punya jurnal pribadi untuk menulis ide dan pemikiran saya.

 

 

21

Saya suka berbicara dengan teman saya di telepon.

 

 

D

AREA 4: KECERDASAN NATURALIS

 

 

22

Saya suka bermain dengan hewan dan merawat mereka.

 

 

23

Saya suka pergi ke kebun binatang, taman, atau akuarium.

 

 

24

Saya suka berada di luar ruangan atau alam bebas.

 

 

25

Saya suka mendaki, berjalan, atau berlari di luar ruangan.

 

 

26

Saya suka mengamati perubahan alam, seperti badai petir, hujan, salju, dan sinar matahari.

 

 

27

Saya membantu kegiatan mendaur ulang dan menjaga lingkungan sekitar.

 

 

28

Saya sangat memperhatikan lingkungan sekitar saya seperti pohon, batu, bunga, burung, serangga, dan hewan lainnya.

 

E

AREA 5: KECERDASAN LOGIKA-MATEMATIKA

 

29

Saya suka melakukan eksperimen sains dan pergi ke museum sains.

 

 

30

Saya merasa masalah aritmatika dan matematika itu menarik.

 

 

31

Memecahkan misteri atau teka-teki itu menyenangkan.

 

 

32

Angka sangat menarik bagi saya.

 

 

33

Saya suka game seperti catur atau game komputer yang membuat saya harus banyak berpikir.

 

 

34

Saya suka acara TV edukasi yang membahas tentang sains dan matematika.

 

 

35

Saya bisa mengerjakan soal matematika di kepala saya (mencongak) dan membuat perkiraan yang baik.

 

 

F

AREA 6: KECERDASAN KINESTETIK-JASMANI

 

36

Saya suka menari.

 

 

37

Saya suka berolahraga seperti bisbol, sepak bola, hoki, atau basket.

 

 

38

Saya suka membuat kerajinan tangan seperti merangkai manik-manik, menjahit, makrame, atau pertukangan.

 

 

39

Saya suka berakting dalam drama atau sandiwara.

 

 

40

Saya suka bergerak (berjalan-jalan) ketika memikirkan banyak hal.

 

 

41

Saya suka aktivitas fisik seperti seni bela diri, tenis, lari, jogging, bersepeda, skateboard, atau senam.

 

 

42

Saya sering "merasakan" (lewat insting tubuh) bahwa apa yang saya lakukan sudah benar.

 

 

G

AREA 7: KECERDASAN INTERPERSONAL

 

43

Saya suka sering bersama teman-teman saya.

 

 

44

Saya suka membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.

 

 

45

Saya suka membaca buku atau menonton film tentang orang-orang dan kehidupan mereka.

 

 

46

Saya biasanya tahu dan peka terhadap bagaimana perasaan orang lain.

 

 

47

Menyenangkan bagi saya untuk mengatur/memimpin kegiatan di rumah dan di sekolah.

 

 

48

Saya lebih suka menghabiskan waktu dengan orang lain daripada menghabiskan waktu sendirian.

 

 

49

Saya aktif dan suka berbicara dalam diskusi kelas.

 

 

H

AREA 8: KECERDASAN INTRAPERSONAL

 

50

Saya suka melakukan sesuatu secara mandiri/sendiri.

 

 

51

Saya lebih suka bekerja sendiri daripada berkelompok dengan siswa lain.

 

 

52

Saya suka menghabiskan waktu untuk memikirkan atau menulis tentang hal-hal yang penting bagi saya.

 

 

53

Saya suka bermain game komputer sendirian.

 

 

54

Saya biasanya menyadari dan tahu persis apa perasaan saya sendiri.

 

 

55

Saya suka menuliskan pemikiran dan perasaan saya dalam buku harian atau jurnal.

 

 

56

Saya tahu betul hal-hal yang saya kuasai (kelebihan) dan hal-hal yang tidak terlalu saya kuasai (kekurangan).

 

 

 

2.      Deskripsi & Petunjuk Pengolahan Skor

Setelah siswa selesai mengisi lembar kuesioner, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh guru kelas atau guru bimbingan konseling adalah melakukan penghitungan skor dan pemetaan profil kecerdasan.

Setiap area kecerdasan (Area 1 hingga Area 8) memiliki 7 butir pernyataan. Guru hanya perlu menghitung jumlah tanda centang (√) atau jawaban "Sesuai" pada masing-masing area.

Area yang banyak terisi menunjukkan kecerdasan majemuk yang dimiliki

Total centang tersebut menjadi skor mentah siswa pada area kecerdasan yang bersangkutan (skor maksimal per area adalah 7).

Untuk mempermudah analisis dan tindak lanjut pembelajaran berdiferensiasi, hasil skoring dikelompokkan ke dalam 3 rentang kategori perkembangan berikut:

Skor 5 – 7 (Sangat Kuat / Dominan): Menunjukkan potensi bakat alami dan area kecerdasan utama siswa. Guru dapat memanfaatkan kekuatan di area ini sebagai strategi utama untuk membantu siswa memahami materi pelajaran yang kompleks.

Skor 3 – 4 (Sedang / Berkembang Normal): Menunjukkan kecerdasan yang cukup berfungsi dengan baik, namun masih membutuhkan stimulasi dan pembiasaan agar dapat berkembang lebih optimal.

Skor 0 – 2 (Baru Berkembang / Perlu Bimbingan): Menunjukkan area yang bukan menjadi preferensi utama siswa. Guru perlu memberikan perhatian dan pendekatan pendukung tanpa harus memaksakan standar pencapaian yang sama dengan area dominan siswa.

3. Kode Indikator Area Kecerdasan

A1 = Kecerdasan Musikal
A2 = Kecerdasan Spasial (Visual-Spasial)
A3 = Kecerdasan Verbal (Linguistik)
A4 = Kecerdasan Naturalis
A5 = Kecerdasan Logika-Matematika
A6 = Kecerdasan Kinestetik (Jasmani)
A7 = Kecerdasan Interpersonal (Sosial)
A8 = Kecerdasan Intrapersonal (Mandiri/Reflektif)

Tabel Rekapitulasi Hasil Asesmen Kelas

No

Nama Siswa

A1

A2

A3

A4

A5

A6

A7

A8

Area Kecerdasan Dominan (Skor ≥ 5)

Catatan / Rekomendasi Gaya Belajar

1

Jono

2

6

3

1

4

5

3

4

Spasial (6), Kinestetik (5)

Cocok belajar dengan alat peraga visual, infografis, dan praktik/proyek langsung.

2

Contoh: Siti

3

2

6

4

3

2

6

5

Verbal (6), Interpersonal (6)

Sangat baik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan tugas menulis/bercerita.

 

C. Tindak Lanjut Hasil Pemetaan (Untuk RPP/Modul Ajar)

Data dari tabel rekapitulasi di atas bukan sekadar arsip administrasi, melainkan fondasi utama dalam merancang RPP atau Modul Ajar yang berdiferensiasi:
Diferensiasi Konten: Guru menyediakan materi dalam berbagai bentuk (video untuk Spasial/Musikal, teks bacaan untuk Verbal, dan alat peraga untuk Kinestetik).

Diferensiasi Proses: Siswa dengan kecerdasan Interpersonal tinggi dapat dijadikan ketua kelompok diskusi, sementara siswa dengan Intrapersonal tinggi diberi ruang untuk mengerjakan proyek mandiri yang reflektif.

Diferensiasi Produk: Saat memberikan tugas akhir, guru dapat memberi pilihan bentuk pengumpulan tugas (misalnya: membuat poster, menulis artikel, membuat video/vlog, atau cipta lagu/puisi) sesuai dengan area dominan siswa.

Sebagai pendidik, kita menyadari bahwa setiap anak terlahir dengan keunikan dan modalitas belajarnya masing-masing. 

Memaksa mereka untuk memahami materi dengan satu cara yang sama ibarat meminta seekor ikan untuk pandai memanjat pohon, atau harimau untuk pandai terbang. Sampai kapanpun keduanya akan merasa bodoh.

Guru yang hebat adalah mereka yang tahu cara memantik potensi dan menstimulus proses bertumbuh siswanya

Semoga instrumen ini menjadi langkah awal yang baik bagi Bapak/Ibu guru dalam mewujudkan pembelajaran yang benar-benar berpihak pada murid. Selamat bertugas, dan salam pendidikan bermutu

 

Baca Juga