![]() |
| CP -TP MATEMATIKA FASE A |
Pengawas Dikdas LU
Sebelum menyusun RPP (Modul Ajar) atau bahan ajar, hal penting yang harus dilakukan oleh guru adalah menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) yang berlaku. Saat ini, acuan yang digunakan adalah CP berdasarkan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046 Tahun 2025.
Ada beberapa langkah atau cara yang bisa dilakukan untuk menganalisis CP tersebut. Salah satu cara yang paling praktis adalah dengan mengidentifikasi kompetensi pada CP dan materi esensialnya secara langsung.
Indikator TP ini nantinya akan menjadi bagian dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). KKTP inilah yang berfungsi sebagai dasar penyusunan asesmen atau alat ukur untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian TP yang sudah kita tentukan.
Maka, secara sederhana, alur untuk menyusun RPP atau Modul Ajar yang ideal adalah menyelesaikan analisisnya terlebih dahulu secara berurutan: CP - TP - ATP - KKTP. Setelah alur tersebut selesai,
guru dapat menganalisisnya lebih lanjut ke dalam Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Prosem). Barulah setelah itu, RPP/Modul Ajar dapat disusun sebagai bahan ajar yang memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Untuk memudahkan bapak/ibu guru, perhatikan format pemetaan yang disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini.
Penting juga
untuk dibaca:
- PemetaanCP Pancasila Fase A, B, dan C (Siap Copy)
- Pembelajaran Matematika FASE B Lengkap dengan Taksonomi SOLO (Siap Copy)
- Panduan Pemetaan KKO – CP – TP
- Panduan Refleksi Pembelajaran Guru
- Menyusun Jadwal Pelajaran Kelas 1 s,d VI tahun 2026 siap copy
A. Pemetaan CP- TP- Mata Pelajaran Matematika Fase A Kelas I dan 2
|
Fase
|
ELEMEN |
BSKAP-CP
046 |
Kompetensi |
Materi |
Tujuan
Pembelajaran |
|
1.1 |
Bilangan |
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat). |
Menunjukan Pemahaman intuisi Membaca angka Menulis angka Menetukan nilai tempat Membandingkan Mengurutkan Melakukan Dekomposisi (mengurai) Melakukan Komposisi (menyusun) Melakukan operasi penjumlahan Melakukan Operasi pengurangan Menunjukan Pemahaman Pecahan |
Intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100 Operasi Penjumlahan dan Pengurangan
|
TP1: murid dapat menunjukkan posisi suatu bilangan cacah (misal: 8 atau 12) pada garis bilangan kosong secara TP 2 :Murid dapat menebak secara logis jumlah kumpulan benda (antara 20–50 objek) tanpa menghitungnya satu per satu. TP 3: Murid dapat membaca angka bilangan cacah sampai 100 secara tersusun melalui tulisan ataupun lisan dengan tepat. TP 4: Murid dapat menuliskan bilangan cacah sampai 100 secara tersusun berdasarkan sebutan yang didengar atau ditunjuk dengan tepat TP 5: Murid dapat menentukan nilai tempat dari bilangan cacah secara berurut sampai 100 yamg disajikan secara terurai TP 6. Murid dapat membandingkan dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan gambar melalui simbol matematika (>, <, =). TP 7. Murid dapat Mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 100 dari yang terbesar atau sebaliknya TP.8 : Murid dapat Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah s.d. 100. TP.9 : Murid dapat Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah s.d. 100. TP. 10. Murid dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan cacah 1 s.d 20 menggunakan benda- benada kongkrit. TP 11: Murid dapat melakukan operasi pengurangan bilangan cacah 1 s.d 20 menggunakan benda- benada kongkrit sampai dengan 20. TP 12 :Murid dapat mengenali pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui gambar atau benda konkret yang dibagi sama besar. TP 13: Murid dapat menunjukkan pecahan setengah ½ melalui konteks membagi satu benda utuh menjadi dua bagian sama banyak. TP 14: Murid dapat menunjukkan pecahan seperempat ¼ melalui konteks membagi satu benda utuh menjadi empat bagian sama banyak. |
|
1.2 |
Aljabar |
Menunjukan pemahaman makna simbol matematika (=) dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar. Contoh: Murid dapat mengenali, meniru, dan melanjutkan pola bukan bilangan (misalnya, gambar, warna, bunyi/suara). |
Menujukan pemhaman symbol (=) Mengenali (pola bukan bilangan). Meniru (pola bukan bilangan). Melanjutkan (pola bukan bilangan). |
Makna simbol matematika sama dengan (=). Pola bukan bilangan |
TP1 : Murid dapat menunjukkan makna simbol sama dengan (=) dalam kalimat matematika menggunakan bantuan gambar konkret. TP 2: Murid dapat mengenali pola bukan bilangan sederhana berbentuk gambar atau warna. TP 3: Murid dapat meniru pola bukan bilangan berdasarkan contoh bunyi atau suara yang diberikan. (tepuk tangan prok. Hentakan kaki duk.) TP 4 : Murid dapat melanjutkan susunan pola bukan bilangan yang bersifat visual secara logis. contohnya Bulat - segitiga Bulat - (…..) |
|
1.3 |
Pengukuran |
Membandingkan panjang dan berat benda secara langsung, dan membandingkan durasi waktu; mengukur dan mengestimasi panjang dan berat benda menggunakan satuan tidak baku. | Membanding kan Mengukur Mengstimasi Membanding kan Mengukur Mengstimasi |
Pengukuran Panjang |
TP 1: Murid dapat membandingkan Panjang dari buah benda yang di sajikan TP 2: Murid dapat mengukur Panjang dari suatu benda dengan alat ukur tidak baku TP 3: Murid dapat memperkirakan Panjang dari suatu benda dengan alat ukur tidak baku TP 4 : Murid dapat membandingkan berat dari dua beda secara langsung melalui indra peraba atau merasakannya TP 5 : Murid dapat mengukur berat dari dua beda secara langsung melalui alat ukur tidak baku TP 6: Murid dapat memperkirakan berat dua beda secara langsung berdasarkan jenis bahannya TP 7 :Murid dapat mengenal waktu dari aktivitas yang berlangsung berdasarkan kehidupan sehari - harinya TP 8 : Murid dapat membndingkan lama waktu dari aktivitas kesehariannya yang dilakukannya |
|
1.4 |
Geometri |
Mengenal berbagai bangun datar (segitiga, segiempat, segi banyak, lingkaran) bangun ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola); melakukan komposisi (penyusunan) dan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar (segitiga, segiempat, dan segi banyak); dan menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan belakang, bawah, atas). |
Mengenal Mengenal Melakukan Penyusunan Melakukan Penguraian Menentukan |
Bagun Datar (Segitiga, Segi Empat, Segi banyak, Lingkaran) Bangun Ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola); Komposisi dan Dekomposisi Bangun Datar Posisi Benda terhdap benda lain (kanan, kiri, depan belakang, bawah, atas). |
TP 1 : Murid dapat mengenal bangun datar segitiga TP 2 : Murid dapat mengenal bangun datar segiempat TP 3 : Murid dapat mengenal bangun datar segi banyak TP 4 : Murid dapat mengenal bangun datar lingkaran TP 5 : Murid dapat mengenal bangun ruang balok TP 6 : Murid dapat mengenal bangun ruang Kubus TP 7 : Murid dapat mengenal bangun ruang Kerucut TP 8 : Murid dapat mengenal bangundatar Bola TP 9 :murid dapat melakukan komposisi (penyusunan) beberapa bangun datar menjadi satu bentuk baru. TP 10: Murid dapat melakukan dekomposisi (penguraian) satu bangun datar gabungan menjadi beberapa bangun datar yang lebih kecil TP 11: Murid dapat menentukan posisi benda terhadap benda lain menggunakan arah (kanan, kiri). TP 12: Murid dapat menentukan posisi benda terhadap benda lain menggunakan letak ruang (depan, belakang, bawah, atas).
|
|
1.5 |
Analisis Data dan Peluang | Mengurutkan, menyortir, mengelompokkan, membandingkan, dan menyajikan data dari banyak benda dengan menggunakan turus dan piktogram paling banyak 4 kategori. |
Mengurutkan Membanding |
turus dan piktogram paling (banyak 4 kategori ) | TP 1: Murid dapat mengurutkan data banyak benda (paling banyak 4 kategori) TP 2: Murid dapat menyortir data banyak benda berdasarkan cirinya (paling banyak 4 kategori) TP 3: Murid dapat mengelompokkan data banyak benda berdasarkan cirinya (paling banyak 4 kategori) TP 3: Murid dapat mebandingkan banyak benda antar-kategori (yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak)) paling banyak 4 kategori TP 5: Murid dapat menyajikan data banyak benda menggunakan bantuan turus (paling banyak 4 kategori). |
Referensi :
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2025). Keputusan Kepala
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar
dan Menengah Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan
Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Untuk mengunduh dokumen PDF resmi Keputusan
Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 secara utuh, Anda bisa mengaksesnya
langsung melalui panduan unduh yang telah saya sediakan di artikel sebelumnya
di sini: CaraAnalisis CP, TP, ATP, dan KKTP Berbasis Taksonomi SOLO
