![]() |
| Kolaborasi Penyusunan Indikator TP Per-fase |
Sebelum kita menyusun asesmen, langkah yang paling krusial adalah menurunkan TP tersebut menjadi indikator atau ciri-ciri ketercapaiannya. Setelah mendapatkan indikator tersebut, barulah kita menurunkannya menjadi butir soal sebagai alat ukur ketercapaian TP, yang kita sebut sebagai asesmen pembelajaran.
Sebelum kita mengupas tuntas cara mengelola asesmen berdasarkan TP, sebaiknya kita pahami dulu apa itu asesmen pembelajaran.
A. Asesmen Pembelajaran
Pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pendidik dan murid perlu memahami kompetensi yang dituju sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga keseluruhan proses pembelajaran diupayakan untuk mencapai kompetensi tersebut.![]() |
| Siklus Pembelajaran dan Asesmen |
Memperhatikan siklus pada gambar di atas, keterkaitan antara pembelajaran dan asesmen tidak dapat dipisahkan. Alurnya bergerak mulai dari perencanaan – pelaksanaan – asesmen, lalu kembali lagi dari asesmen ke perencanaan dan pelaksanaan.
Artinya, asesmen digunakan sebagai bahan evaluasi dan refleksi untuk memperbaiki perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, asesmen pembelajaran
Artinya asesmen di gunakan sebagai bahan evaluasi, refleksi untuk memperbaiki perencanaan pembelajaran dan kegiatan pelaksanaannya. Dengan demikian Asesmen pembelajaran diharapkan dapat memberikan informasi faktual atas pencapaian perkembangan atau hasil belajar murid.
B. Bentuk asesmen
Bentuk asesmen meliputi asesmen formatif dan sumatif. Untuk membedakan di antara keduanya, perhatikan tabel di bawah ini terkait pengertian, fungsi, tujuan, dan waktu pelaksanaannya:|
No |
Asesmen |
Penegertian |
Fungasinya |
Tujuan |
Pelaksanaan |
|
1 |
formatif |
asesmen pada awal dan saat pembelajaran untuk memberikan
informasi atau umpan balik bagi pendidik dan murid untuk memperbaiki proses
belajar. |
mengumpulkan informasi mengenai murid yang mengalami
hambatan atau kesulitan belajar dan perkembangan belajar murid digunakan
untuk merefleksi dan meningkatkan efektivitas pembejaran pembelajaran. |
Memantau dan memperbaiki proses pembelajaran serta
mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran |
Dialakukan secara
berkala Selama Proses Pembelajaran Berfokus pada proses bukan hasil akhir ,mendorong refleksi kontekstual |
|
|
Sumatif |
Asesmen yang dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada
akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan
pembelajaran) pada akhir semester |
1.
menilai pencapaian hasil belajar murid dalam
satu atau lebih tujuan pembelajaran di periode tertentu; 2.
membandingkan capaian hasil belajar murid
dengan kriteria yang telah ditetapkan; dan 3.
menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan
kelanjutan proses belajar murid, baik di kelas maupun jenjang berikutnya. |
Menilai pencapaian hasil belajar murid sebagai dasar
penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan |
Dilakukan pada akhir pembelajaran |
Setelah memahami pengertian, fungsi, dan tujuannya, langkah krusial selanjutnya adalah menyusun asesmen tersebut sebagai alat ukur yang sesuai dengan tujuannya.
C. Menyusun Indikator TP menjadi KKTP
Saat Bapak dan Ibu Guru sudah menentukan TP hasil dari analisis CP, prosesnya tidak berhenti di situ. Langkah selanjutnya adalah menyusun ciri-ciri atau kriteria ketercapaian dari TP tersebut (KKTP).Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah murid telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu menetapkan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan jelas.
Dalam penyusunannya, hal ini dilakukan bersama guru per fase secara kolaboratif guna menentukan kriteria ketercapaian dari TP yang akan diajarkan sesuai dengan kebutuhan murid.
Sebelum kita praktik membuat instrumennya, penting untuk membaca artikel rujukan berikut:
- Cara Analisis CP, TP, ATP, dan KKTP Berbasis Taksonomi SOLO Panduan Sistematis dan Praktis untuk Guru)
- Cara Guru Melakukan Refleksi Pembelajaran yang Berdampak pada Rapor Pendidikan Lengkap dengan contah siap pakai
- PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN 2026 : CONTOH PROGRAM DAN PELAKSANAANNYA
- PENYUSUNAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN IPAS LENGKAP DENGAN CONTOH SIAP COPY
- ANALISIS CP 046 TP- TAKSONOMI SOLO MATEMATIKA FASE B LENGKAP, SIAP COPY
- Pemetaan Kompetensi & TP Pendidikan Pancasila SD (CP 046 Fase A, B, C Siap Copy Lengkap)
Panduan Pemetaan KKO ke CP dan TP (Taksonomi SOLO)
D. Indikator TP (Kriteria Ketuntasan) Berdasarkan Taksonomi SOlO
Sebelum kita menyusun butir soal asesmen, penting sekali untuk mengetahui level kompetensi TP tersebut sesuai dengan Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes). Mari perhatikan tabel pemetaan yang sudah saya buat di bawah ini sebagai contoh konkret.|
TP |
Indikator TP |
Taksonomi SOLO |
Contoh Soal |
|
TP1.: murid dapat menunjukkan
posisi suatu bilangan cacah (misal: 8 atau 12) pada garis bilangan kosong
|
Murid mampu menentukan dan menuliskan letak angka yang
tepat pada garis bilangan yang rumpang. |
Unistructural (Fokus pada satu titik informasi) |
Perhatikan
urutan angka pada garis bilangan di bawah ini! 4 -------- 5
-------- 6 -------- 7 -------- [ ...... ] -------- 9 -------- 10 Lengkapilah garis bilangan di atas! Angka berapa yang tepat untuk mengisi kotak yang kosong setelah angka 7? |
|
TP 2
:Murid
dapat menebak secara logis jumlah
kumpulan benda (antara 20–50 objek) tanpa menghitungnya satu per satu.
|
Murid mampu memperkirakan jumlah benda berdasarkan pengamatan visual
terhadap kelompok benda. |
Relational (Menghubungkan ukuran kelompok dengan estimasi
nilai) |
Perhatikan gambar tumpukan kelereng ini. Tanpa menghitungnya
satu-satu, berapakah perkiraan jumlah kelereng tersebut? (Pilihan: 10, 30,
atau 100) |
|
TP 3: Murid dapat membaca
angka bilangan cacah sampai 100 secara tersusun melalui tulisan
ataupun lisan dengan tepat |
Murid mampu melafalkan lambang bilangan cacah yang disajikan secara
tertulis. |
Unistructural (Identifikasi tunggal) |
Coba sebutkan dengan suara lantang, bilangan apakah ini: 75? |
|
TP 4: Murid dapat menuliskan
bilangan cacah sampai 100 secara tersusun berdasarkan sebutan yang didengar
atau ditunjuk dengan tepat
|
Murid mampu menuliskan angka (lambang bilangan) dari teks atau lisan
yang didengar. |
Unistructural (Identifikasi tunggal) |
Tuliskan lambang bilangan dari kalimat "Delapan puluh dua"! |
|
TP 5: Murid dapat menentukan
nilai tempat dari bilangan cacah secara berurut sampai 100 yamg disajikan
secara terurai
|
Murid mampu membedakan angka yang menempati posisi puluhan dan
satuan. |
Multistructural (Memahami beberapa aspek terpisah) |
Pada bilangan 46, angka 4 menempati nilai tempat apa, dan angka 6
menempati nilai tempat apa? |
|
TP 6. Murid dapat membandingkan
dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan gambar melalui simbol matematika (>, <, =).
|
Murid mampu membandingkan besar/kecilnya dua bilangan dan menggunakan
simbol yang tepat. |
Relational (Membandingkan dua entitas) |
Berilah tanda yang tepat (>, <, atau =) pada titik-titik di
bawah ini: 45 ... 38. |
|
TP 7. Murid dapat Mengurutkan
beberapa bilangan cacah sampai 100 dari yang terbesar atau sebaliknya
|
Murid mampu menyusun deret bilangan secara acak menjadi urutan yang
benar (naik/turun). |
Relational (Mengintegrasikan banyak angka ke dalam satu
urutan) |
Urutkan bilangan berikut mulai dari yang paling kecil hingga yang
paling besar: 24, 15, 32, 18. |
|
TP.8 : Murid dapat Melakukan
dekomposisi (mengurai) bilangan cacah s.d. 100.
|
Murid mampu memecah satu bilangan utuh menjadi bentuk penjumlahan
puluhan dan satuan. |
Multistructural (Mengurai ke dalam beberapa bagian) |
Isilah titik-titik berikut ini: 58 = ... puluhan + ... satuan. |
|
TP.9 : Murid dapat Melakukan
komposisi (menyusun) bilangan cacah s.d. 100.
|
Murid mampu menggabungkan nilai puluhan dan satuan menjadi satu
lambang bilangan utuh. |
Multistructural (Menggabungkan beberapa bagian) |
Hitunglah hasil gabungan berikut ini: 7 puluhan + 3 satuan = .... |
|
TP. 10. Murid dapat
melkukan operasi penjumlahan bilangan cacah 1 s.d 20 menggunakan benda-
benada kongkrit.
|
Murid mampu menjumlahkan dua kelompok benda dan menemukan hasil
akhirnya. |
Relational (Menghubungkan dua aksi menjadi hasil akhir) |
Siti memiliki 8 buah pensil. Kemudian, Ibu membelikan Siti 5 pensil
lagi. Berapakah jumlah pensil Siti seluruhnya sekarang? |
|
TP 11: Murid dapat
melkukan operasi pengurangan bilangan cacah 1 s.d 20 menggunakan benda-
benada kongkrit sampai dengan 20.
|
Murid mampu mengurangkan jumlah benda dari satu kelompok awal. |
Relational (Menghubungkan aksi pengurangan dengan sisa akhir) |
Andi mempunyai 15 buah kelereng. Saat bermain, Andi kalah dan
kelerengnya berkurang 4 buah. Berapakah sisa kelereng Andi sekarang? |
|
TP 12 :Murid dapat mengenali
pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui gambar atau benda konkret
yang dibagi sama besar.
|
Murid mampu mengidentifikasi benda atau gambar yang dipotong menjadi
bagian yang adil (sama besar). |
Unistructural (Identifikasi konsep dasar) |
Perhatikan dua gambar lingkaran ini. Gambar manakah yang menunjukkan
potongan pecahan yang sama besar? |
|
TP 13: Murid dapat menunjukkan
pecahan setengah ½ melalui konteks
membagi satu benda utuh menjadi dua bagian sama banyak.
|
Murid mampu mengarsir atau membagi objek menjadi dua bagian identik. |
Relational (Menghubungkan bagian dengan keseluruhan) |
Arsirlah tepat 1/2 bagian dari gambar persegi panjang berikut ini! |
|
TP 14: Murid dapat menunjukkan
pecahan seperempat ¼ melalui konteks
membagi satu benda utuh menjadi empat bagian sama banyak.
|
Murid mampu membagi objek menjadi empat bagian identik dan
mengidentifikasi nilai satu bagiannya. |
Relational (Menghubungkan bagian dengan keseluruhan) |
Sebuah kue ulang tahun dipotong menjadi 4 bagian yang sama besar.
Berapakah nilai pecahan untuk satu potong kue tersebut? |
E. Contoh KKTP Kelas I dan II
Setelah kita menurunkan TP mejadi indikator atau kriteria ketercapiannya maka Langkah selanjutnya membuat kriteria yang digunakan untuk menentukan capian tujuan pembelajaran murid,Kriteria dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan, di antaranya:
- menggunakan deskripsi kriteria;
- menggunakan rubrik;
- menggunakan skala atau interval nilai
- menggunakan persentase, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya.
Perhatikan table di bawah ini untuk contohnya pada siswa kelas 1 dan 2, selanjutnya bapak dan ibu bisa membaca contoh 4 pendekatan ini di artikel sebelumyan pemetaan CP-TP-ATP dan KKTP di blog ini, link ada di atas.
Tabel 3: Contoh Rubrik KKTP Kelas 1 (Fokus Bilangan 1 s.d. 20)
|
TP 1
|
Aspek |
Baru Berkembang <50
|
Layak 51 - 66
|
Cakap 67-84
|
Mahir 85-100
|
|
murid
dapat menunjukkan posisi suatu bilangan cacah (misal: 8 atau 12) pada
garis bilangan kosong
|
Menyebutkan urutan bilangan (1 - 20)
|
Belum mampu menyebutkan urutan bilangan 1-20 secara berurutan.
|
Mampu menyebutkan sebagian urutan bilangan 1-20, namun sering terlewat atau melompat.
|
Mampu menyebutkan urutan bilangan 1-20 (sebelum dan sesudah) dengan
benar.
|
Mampu menyebutkan urutan bilangan 1-20 dengan benar, lancar, dan Percaya
diri.
|
|
Menentukan posisi angka pada garis bilangan (1 - 20)
|
Belum mampu menentukan letak angka (1-20) yang tepat pada garis
bilangan yang kosong/ rumpang.
|
Mampu menentukan letak angka pada garis bilangan yang rumpang (1-20),
namun masih memerlukan bimbingan penuh dari guru. |
Mampu menentukan letak angka (1-20) yang tepat pada garis bilangan dengan
sediti bantuan guru.
|
Mampu menentukan letak angka secara
mandiri, cepat, secara mandiri dan percaya diri
|
|
|
Menuliskan lambang bilangan (1 - 20)
|
Belum mampu menuliskan lambang bilangan 1-20 dengan benar.
|
Mampu menuliskan lambang bilangan 1-20, tetapi bentuk angka masih
sering terbalik (misalnya angka 3, 5, atau 7). |
Mampu menuliskan lambang bilangan 1-20 dengan bentuk yang tepat dan
mudah dibaca.
|
Mampu menuliskan lambang bilangan
1-20 dengan bentuk yang presisi, rapi, dan tepat pada titik garis bilangannya . |
Tabel 4: Contoh
Rubrik KKTP Kelas 2 (Fokus Bilangan sampai 100)
|
TP 1 |
Aspek |
Baru Berkembang <50 |
Layak 51 - 66 |
Cakap 67-84 |
Mahir 85-100 |
|
Murid dapat menunjukkan posisi suatu
bilangan cacah (sampai 100) pada garis bilangan kosong
|
Menyebutkan urutan bilangan (sampai dengan 100)
|
Belum mampu menyebutkan urutan bilangan dua angka (puluhan) secara
berurutan.
|
Mampu menyebutkan urutan bilangan sampai 100, namun masih keliru saat
perpindahan puluhan (misal: dari 29 ke 30). |
Mampu menyebutkan urutan bilangan cacah sampai 100 dengan sedikit
bantuan guru |
Mampu menyebutkan urutan bilangan sampai 100 dengan benar, lancer dan penuh percaya diri, . |
|
Menentukan posisi angka pada garis bilangan (sampai dengan 100)
|
Belum mampu menentukan letak bilangan dua angka pada garis bilangan
yang rumpang.
|
Mampu menentukan letak angka (sampai 100) pada garis bilangan, namun
masih sering bingung menempatkan nilai puluhan dan satuan.
|
. Mampu menentukan letak angka secara mandiri pada garis bilangan,
meskipun deret bilangannya sering melompat |
Mampu menentukan letak angka (sampai
100) dengan tepat pada garis bilangan yang rumpang secara mandiri |
|
|
Menuliskan lambang bilangan (sampai dengan 100)
|
Belum mampu membedakan nilai tempat puluhan dan satuan saat menuliskan
angka.
|
Mampu menuliskan bilangan sampai 100, tetapi letak angka kadang
terbalik (misal: 45 ditulis 54).
|
Mampu menuliskan bilangan sampai 100 dengan urutan puluhan dan satuan
|
Mampu menuliskan bilangan sampai 100
dengan tepat, rapi, dan peletakan angkanya sesuai di garis bilangan. |

