Minggu, 26 Juli 2026

Contoh Penyusunan Indikator TP dan KKTP Berdasarkan Taksonomi SOLO serta Pengelolaan Asesmen

Penyusunan Indikator TP dan KKTP Berdasarkan Taksonomi SOLO
Kolaborasi Penyusunan Indikator TP Per-fase


Penulis : KURNIAWAN
Pengawas DIKDAS-LU

Bapak dan Ibu Guru, setelah memetakan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah menyusun asesmen dari TP yang sudah kita buat.

Sebelum kita menyusun asesmen, langkah yang paling krusial adalah menurunkan TP tersebut menjadi indikator atau ciri-ciri ketercapaiannya. Setelah mendapatkan indikator tersebut, barulah kita menurunkannya menjadi butir soal sebagai alat ukur ketercapaian TP, yang kita sebut sebagai asesmen pembelajaran.

Sebelum kita mengupas tuntas cara mengelola asesmen berdasarkan TP, sebaiknya kita pahami dulu apa itu asesmen pembelajaran.

A. Asesmen Pembelajaran

Pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pendidik dan murid perlu memahami kompetensi yang dituju sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga keseluruhan proses pembelajaran diupayakan untuk mencapai kompetensi tersebut.

Pembelajaran dan asesmen
Siklus Pembelajaran dan Asesmen


Memperhatikan siklus pada gambar di atas, keterkaitan antara pembelajaran dan asesmen tidak dapat dipisahkan. Alurnya bergerak mulai dari perencanaan – pelaksanaan – asesmen, lalu kembali lagi dari asesmen ke perencanaan dan pelaksanaan.

Artinya, asesmen digunakan sebagai bahan evaluasi dan refleksi untuk memperbaiki perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, asesmen pembelajaran

Artinya asesmen di gunakan sebagai bahan evaluasi, refleksi untuk memperbaiki perencanaan pembelajaran dan kegiatan pelaksanaannya. Dengan demikian Asesmen pembelajaran diharapkan dapat memberikan informasi faktual atas pencapaian perkembangan atau hasil belajar murid.

B. Bentuk asesmen

Bentuk asesmen meliputi asesmen formatif dan sumatif. Untuk membedakan di antara keduanya, perhatikan tabel di bawah ini terkait pengertian, fungsi, tujuan, dan waktu pelaksanaannya:

 Tabel 1: Pemetaan Pengertian, fugsi dan tujuan 

No

Asesmen

Penegertian

Fungasinya

Tujuan

Pelaksanaan

1

formatif

asesmen pada awal dan saat pembelajaran untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan murid untuk memperbaiki proses belajar.

mengumpulkan informasi mengenai murid yang mengalami hambatan atau kesulitan belajar dan perkembangan belajar murid digunakan untuk merefleksi dan meningkatkan efektivitas pembejaran pembelajaran.

Memantau dan memperbaiki proses pembelajaran serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran

Dialakukan secara berkala Selama Proses Pembelajaran

Berfokus pada proses bukan hasil akhir ,mendorong

refleksi kontekstual

 

Sumatif

Asesmen yang dilakukan  setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran)  pada akhir semester

1.      menilai pencapaian hasil belajar murid dalam satu atau lebih tujuan pembelajaran di periode tertentu;

2.      membandingkan capaian hasil belajar murid dengan kriteria yang telah ditetapkan; dan

3.      menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan kelanjutan proses belajar murid, baik di kelas maupun jenjang berikutnya.

Menilai pencapaian hasil belajar murid sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan

Dilakukan pada akhir pembelajaran



Setelah memahami pengertian, fungsi, dan tujuannya, langkah krusial selanjutnya adalah menyusun asesmen tersebut sebagai alat ukur yang sesuai dengan tujuannya.

C. Menyusun Indikator TP menjadi KKTP

Saat Bapak dan Ibu Guru sudah menentukan TP hasil dari analisis CP, prosesnya tidak berhenti di situ. Langkah selanjutnya adalah menyusun ciri-ciri atau kriteria ketercapaian dari TP tersebut (KKTP).

Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah murid telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu menetapkan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan jelas.

Dalam penyusunannya, hal ini dilakukan bersama guru per fase secara kolaboratif guna menentukan kriteria ketercapaian dari TP yang akan diajarkan sesuai dengan kebutuhan murid.

Sebelum kita praktik membuat instrumennya, penting untuk membaca artikel rujukan berikut:

  1. Cara Analisis CP, TP, ATP, dan KKTP Berbasis Taksonomi SOLO Panduan Sistematis dan Praktis untuk Guru)
  2. Cara Guru Melakukan Refleksi Pembelajaran yang Berdampak pada Rapor Pendidikan Lengkap dengan contah siap pakai
  3. PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN 2026 : CONTOH PROGRAM DAN PELAKSANAANNYA
  4. PENYUSUNAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN IPAS LENGKAP DENGAN CONTOH SIAP COPY
  5. ANALISIS CP 046 TP- TAKSONOMI SOLO MATEMATIKA FASE B LENGKAP, SIAP COPY
  6. Pemetaan Kompetensi & TP Pendidikan Pancasila SD (CP 046 Fase A, B, C Siap Copy Lengkap)
  7. Panduan Pemetaan KKO ke CP dan TP (Taksonomi SOLO)

D. Indikator TP (Kriteria Ketuntasan) Berdasarkan Taksonomi SOlO

Sebelum kita menyusun butir soal asesmen, penting sekali untuk mengetahui level kompetensi TP tersebut sesuai dengan Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes). Mari perhatikan tabel pemetaan yang sudah saya buat di bawah ini sebagai contoh konkret.

Tabel 2 : Pemetaan TP-Indikator TP-– Contoh Soal Matematika Fase A Elemen Bilangan berdasarkan Taksomi SOLO

TP

Indikator TP

Taksonomi SOLO

Contoh Soal

TP1.: murid dapat menunjukkan posisi suatu bilangan cacah (misal: 8 atau 12) pada garis bilangan kosong

 

Murid mampu menentukan dan menuliskan letak angka yang tepat pada garis bilangan yang rumpang.


 

 

 

 

 

 

 

Unistructural (Fokus pada satu titik informasi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perhatikan urutan angka pada garis bilangan di bawah ini!

4 -------- 5 -------- 6 -------- 7 -------- [ ...... ] -------- 9 -------- 10

Lengkapilah garis bilangan di atas! Angka berapa yang tepat untuk mengisi kotak yang kosong setelah angka 7?



TP 2 :Murid dapat  menebak secara logis jumlah kumpulan benda (antara 20–50 objek) tanpa menghitungnya satu per satu.

 

Murid mampu memperkirakan jumlah benda berdasarkan pengamatan visual terhadap kelompok benda.

Relational (Menghubungkan ukuran kelompok dengan estimasi nilai)

 

 

Perhatikan gambar tumpukan kelereng ini. Tanpa menghitungnya satu-satu, berapakah perkiraan jumlah kelereng tersebut? (Pilihan: 10, 30, atau 100)

TP 3: Murid dapat membaca angka bilangan cacah sampai 100 secara tersusun melalui   tulisan ataupun lisan dengan tepat

Murid mampu melafalkan lambang bilangan cacah yang disajikan secara tertulis.

Unistructural (Identifikasi tunggal)

Coba sebutkan dengan suara lantang, bilangan apakah ini: 75?

TP 4: Murid dapat menuliskan bilangan cacah sampai 100 secara tersusun berdasarkan sebutan yang didengar atau ditunjuk  dengan tepat

 

 

Murid mampu menuliskan angka (lambang bilangan) dari teks atau lisan yang didengar.

Unistructural (Identifikasi tunggal)

Tuliskan lambang bilangan dari kalimat "Delapan puluh dua"!

TP 5: Murid dapat menentukan nilai tempat dari bilangan cacah secara berurut sampai 100 yamg disajikan secara terurai

 

Murid mampu membedakan angka yang menempati posisi puluhan dan satuan.

Multistructural (Memahami beberapa aspek terpisah)

Pada bilangan 46, angka 4 menempati nilai tempat apa, dan angka 6 menempati nilai tempat apa?

TP 6. Murid dapat membandingkan dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan gambar melalui  simbol matematika (>, <, =).

 

Murid mampu membandingkan besar/kecilnya dua bilangan dan menggunakan simbol yang tepat.

Relational (Membandingkan dua entitas)

Berilah tanda yang tepat (>, <, atau =) pada titik-titik di bawah ini: 45 ... 38.

TP 7. Murid dapat Mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 100 dari yang terbesar atau sebaliknya

 

 

Murid mampu menyusun deret bilangan secara acak menjadi urutan yang benar (naik/turun).

Relational (Mengintegrasikan banyak angka ke dalam satu urutan)

Urutkan bilangan berikut mulai dari yang paling kecil hingga yang paling besar: 24, 15, 32, 18.

TP.8 : Murid dapat Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah s.d. 100.

 

 

Murid mampu memecah satu bilangan utuh menjadi bentuk penjumlahan puluhan dan satuan.

Multistructural (Mengurai ke dalam beberapa bagian)

Isilah titik-titik berikut ini: 58 = ... puluhan + ... satuan.

TP.9 : Murid dapat Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah s.d. 100.

 

Murid mampu menggabungkan nilai puluhan dan satuan menjadi satu lambang bilangan utuh.

Multistructural (Menggabungkan beberapa bagian)

Hitunglah hasil gabungan berikut ini: 7 puluhan + 3 satuan = ....

TP. 10. Murid dapat melkukan operasi penjumlahan bilangan cacah 1 s.d 20 menggunakan benda- benada kongkrit.

 

Murid mampu menjumlahkan dua kelompok benda dan menemukan hasil akhirnya.

Relational (Menghubungkan dua aksi menjadi hasil akhir)

Siti memiliki 8 buah pensil. Kemudian, Ibu membelikan Siti 5 pensil lagi. Berapakah jumlah pensil Siti seluruhnya sekarang?

TP 11: Murid dapat melkukan operasi pengurangan bilangan cacah 1 s.d 20 menggunakan benda- benada kongkrit sampai dengan 20.

 

Murid mampu mengurangkan jumlah benda dari satu kelompok awal.

Relational (Menghubungkan aksi pengurangan dengan sisa akhir)

Andi mempunyai 15 buah kelereng. Saat bermain, Andi kalah dan kelerengnya berkurang 4 buah. Berapakah sisa kelereng Andi sekarang?

TP 12 :Murid dapat mengenali pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui gambar atau benda konkret yang dibagi sama besar.

 

Murid mampu mengidentifikasi benda atau gambar yang dipotong menjadi bagian yang adil (sama besar).

Unistructural (Identifikasi konsep dasar)

Perhatikan dua gambar lingkaran ini. Gambar manakah yang menunjukkan potongan pecahan yang sama besar?

TP 13: Murid dapat menunjukkan pecahan setengah ½  melalui konteks membagi satu benda utuh menjadi dua bagian sama banyak.

 

 

Murid mampu mengarsir atau membagi objek menjadi dua bagian identik.

Relational (Menghubungkan bagian dengan keseluruhan)

Arsirlah tepat 1/2 bagian dari gambar persegi panjang berikut ini!

TP 14: Murid dapat menunjukkan pecahan seperempat ¼  melalui konteks membagi satu benda utuh menjadi empat bagian sama banyak.

 

Murid mampu membagi objek menjadi empat bagian identik dan mengidentifikasi nilai satu bagiannya.

Relational (Menghubungkan bagian dengan keseluruhan)

Sebuah kue ulang tahun dipotong menjadi 4 bagian yang sama besar. Berapakah nilai pecahan untuk satu potong kue tersebut?

 

E. Contoh KKTP Kelas I dan II

Setelah kita menurunkan TP mejadi indikator atau kriteria ketercapiannya maka Langkah selanjutnya membuat kriteria yang digunakan untuk menentukan capian tujuan pembelajaran murid,

Kriteria dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan, di antaranya:
  1. menggunakan deskripsi kriteria;
  2. menggunakan rubrik;
  3. menggunakan skala atau interval nilai
  4. menggunakan persentase, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya.


Perhatikan table di bawah ini untuk contohnya pada siswa kelas 1 dan 2, selanjutnya bapak dan ibu bisa membaca contoh 4 pendekatan ini di artikel sebelumyan pemetaan CP-TP-ATP dan KKTP di blog ini, link ada di atas.

Tabel 3: Contoh Rubrik KKTP Kelas 1 (Fokus Bilangan 1 s.d. 20)

 

TP 1

Aspek

Baru Berkembang
<50

Layak
51 - 66

Cakap
67-84

Mahir
85-100

murid dapat menunjukkan posisi suatu bilangan cacah (misal: 8 atau 12) pada garis bilangan kosong

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menyebutkan urutan bilangan

(1 - 20)

 

 

 

 

Belum mampu menyebutkan urutan bilangan 1-20 secara berurutan.

 

 

 

 

Mampu menyebutkan sebagian

urutan bilangan 1-20, namun sering terlewat atau melompat.

 

 

Mampu menyebutkan urutan bilangan 1-20 (sebelum dan sesudah) dengan benar.

 

 

Mampu menyebutkan urutan bilangan 1-20 dengan benar, lancar, dan Percaya diri.

 

 

 

Menentukan posisi angka pada garis bilangan

 (1 - 20)

 

 

 

 

 

 

Belum mampu menentukan letak angka (1-20) yang tepat pada garis bilangan yang kosong/

rumpang.

 

 

Mampu menentukan letak angka pada garis bilangan yang rumpang (1-20), namun masih memerlukan bimbingan penuh dari guru.

Mampu menentukan letak angka (1-20) yang tepat pada garis bilangan dengan sediti bantuan guru.

 

 

Mampu menentukan letak angka secara mandiri, cepat, secara mandiri dan percaya diri

 

 

 

 

Menuliskan lambang bilangan

(1 - 20)

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum mampu menuliskan lambang bilangan 1-20 dengan benar.

 

 

 

 

 

Mampu menuliskan lambang bilangan 1-20, tetapi bentuk angka masih sering terbalik (misalnya angka 3, 5, atau 7).



Mampu menuliskan lambang bilangan 1-20 dengan bentuk yang tepat dan mudah dibaca.

 

 

 

Mampu menuliskan lambang bilangan 1-20 dengan bentuk yang presisi, rapi, dan tepat pada titik garis bilangannya


.

Tabel 4: Contoh Rubrik KKTP Kelas 2 (Fokus Bilangan sampai 100)

 

TP 1

Aspek

Baru Berkembang

<50

Layak

51 - 66

Cakap

67-84

Mahir

85-100

Murid dapat menunjukkan posisi suatu bilangan cacah (sampai 100) pada garis bilangan kosong

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menyebutkan urutan bilangan

(sampai dengan 100)

 

 

 

 

 

 

 

Belum mampu menyebutkan urutan bilangan dua angka (puluhan) secara berurutan.

 

 

 

 

 

Mampu menyebutkan urutan bilangan sampai 100, namun masih keliru saat perpindahan puluhan (misal: dari 29 ke 30).





Mampu menyebutkan urutan bilangan cacah sampai 100 dengan sedikit bantuan guru






Mampu menyebutkan urutan bilangan sampai 100 dengan benar, lancer dan penuh percaya diri,





  .

Menentukan posisi angka pada garis bilangan

(sampai dengan 100)

 

 

 

 

 

 

 

Belum mampu menentukan letak bilangan dua angka pada garis bilangan yang rumpang.





 

Mampu menentukan letak angka (sampai 100) pada garis bilangan, namun masih sering bingung menempatkan nilai puluhan dan satuan.




 

. Mampu menentukan letak angka secara mandiri pada garis bilangan, meskipun deret bilangannya sering melompat





Mampu menentukan letak angka (sampai 100) dengan tepat pada garis bilangan yang rumpang secara mandiri






Menuliskan lambang bilangan

(sampai dengan 100)

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum mampu membedakan nilai tempat puluhan dan satuan saat menuliskan angka.


 

 

 

 

 

Mampu menuliskan bilangan sampai 100, tetapi letak angka kadang terbalik (misal: 45 ditulis 54).



 

 

 

 

Mampu menuliskan bilangan sampai 100 dengan urutan puluhan dan satuan




 

 

 

 

Mampu menuliskan bilangan sampai 100 dengan tepat, rapi, dan peletakan angkanya sesuai di garis bilangan.







Demikianlah panduan langkah demi langkah menyusun indikator Tujuan Pembelajaran (TP) dan KKTP menggunakan pendekatan Taksonomi SOLO. Dengan memetakan level pemahaman secara terstruktur seperti pada tabel di atas.

proses pembuatan butir soal asesmen tentu akan menjadi jauh lebih terarah, akurat, dan tidak membingungkan. 

Semoga referensi ini bisa mempermudah tugas Bapak dan Ibu Guru dalam merancang evaluasi yang benar-benar berpusat pada kebutuhan murid. Selamat mencoba dan teruslah berinovasi di kelas!