Minggu, 19 Juli 2026

PENYUSUNAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN IPAS LENGKAP DENGAN CONTOH SIAP COPY

PENYUSUNAN ATP IPAS FASE B
PENYUSUNAN ATP IPAS FASE B


Penulis : Kurniawan
Pengawas Sekolah DIKDAS LU

A. Proses Berpikir Penyusunan ATP 

Pada pembahasan sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP). Pada pembahasan kali ini, kita akan fokus membahas terkait Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Sebelum saya memberikan contoh konkret ATP, kita harus memahami dasar pemikiran bagaimana menyusunnya. Pada prinsipnya, penyusunan ATP memberikan kemerdekaan kepada Bapak dan Ibu Guru. 

Mindset kita tidak harus kaku; kita bisa berpikir dengan cara berkolaborasi bersama teman sejawat yang mengajar di fase yang sama.

Sebagai contoh pada Fase A, guru kelas 1 dan kelas 2 dapat berkolaborasi dalam menganalisis CP menjadi TP, untuk selanjutnya menentukan ATP-nya bersama-sama, Begitu juga dengan Fase B dan C.

Capaian Pembelajaran (CP) adalah fondasi kita dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. CP berisi kompetensi yang wajib dicapai melalui pengalaman belajar yang difasilitasi oleh guru, yang kemudian kita urai menjadi TP.

Setelah TP selesai disusun, Bapak dan Ibu juga harus menyusun indikator ketercapaian TP tersebut yang kita sebut dengan KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran).

Jadi, mindset dalam mengelola pembelajaran bukan lagi sekadar membawa buku teks dan mengajarkannya berurutan sesuai halaman, kecuali jika materi dalam buku tersebut memang sudah tersusun sesuai dengan kompetensi CP yang berlaku (misalnya CP 046). 

Hal yang paling utama adalah memahami CP; lihat kompetensi apa yang akan dikuasai anak secara bermakna dari hasil pengalaman belajarnya bersama Bapak dan Ibu Guru.

Dari CP inilah kita mengetahui ruang lingkup materi yang akan diajarkan, sementara buku hanya berfungsi sebagai referensi tambahan dalam mengajar.

C. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran Secara sederhana

penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dimulai dari materi yang mudah ke sulit, dari yang sederhana ke kompleks, atau dari yang konkret ke abstrak. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, alurnya adalah CP – TP, baru kemudian menjadi ATP.

Kesimpulannya, ATP adalah proses mengurutkan Tujuan Pembelajaran (TP). Perhatikan ilustrasi gambar penyusunan ATP di bawah ini:
Alur Menyusun ATP
Alur ATP dari TP

Selanjutnya, kita akan memasukkan susunan tersebut ke dalam format tabel. Untuk contoh konkret pada mata pelajaran IPAS, silakan lihat pada bagian paling bawah artikel ini.

D. Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Menyusun ATP? 

Sebagai kesimpulan dari pengantar di atas, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menyusun ATP, di antaranya:
  1. Alur Tujuan Pembelajaran dikembangkan per fase, untuk selanjutnya ditetapkan alokasi per tahunnya.

  2. Alur Tujuan Pembelajaran perlu dikembangkan secara kolaboratif. Apabila pendidik mengembangkannya secara mandiri, maka perlu adanya kolaborasi lintas kelas/tingkatan dalam satu fase, atau dirancang bersama tim pendidik (seperti MGMP/KKG) di satuan pendidikan masing-masing.

  3. Alur Tujuan Pembelajaran dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kompetensi khusus pada setiap mata pelajaran.

  4. Alur Tujuan Pembelajaran harus selalu fokus pada pencapaian pembelajaran siswa.

  5. Urutan Tujuan Pembelajaran dapat ditunjukkan dengan penomoran atau kode huruf (misalnya TP 1, atau P.1 untuk materi Pecahan). Format ini disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak mutlak harus baku.

  6. Pengurutan dilakukan berjenjang, misalnya dari yang konkret ke abstrak (dimulai dari pengajaran konten yang terlihat nyata dan mudah, menuju materi yang lebih mendalam dan abstrak).

E. Contoh Bentuk Tabel ATP Ingat, format tabel ATP ini tidak kaku. 

Silakan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan Bapak dan Ibu Guru di sekolah; anggap ini sebagai contoh referensi.Sesuai dengan pemetaan matriks materi sebelumnya, berikut adalah contoh penjabaran 20 Tujuan Pembelajaran (TP) untuk IPAS Fase B. 

Pemetaan ini disusun dengan mengintegrasikan elemen Keterampilan Proses (sebagai alat kerja saintifik) secara melebur ke dalam elemen Pemahaman IPAS. 

Kedalaman berpikir di setiap aktivitas juga telah dianalisis menggunakan kerangka Taksonomi SOLO untuk mempermudah perumusan kriteria penilaian (KKTP) nantinya.

CONTOH ATP IPAS FASE B Kelas III dan IV

No

Elemen/Unit Pembelajaran

Topik/Materi

Kode Aktivitas

Aktivitas (Level Taksonomi SOLO)

Waktu

1

Tubuh dan Pancaindra

Mengenal Pancaindra

IPAS-B-01

Menyebutkan 5 indra manusia dan bagian-bagiannya secara tepat (Unistructural).

2 JP

2

Tubuh dan Pancaindra

Fungsi Pancaindra

IPAS-B-02

Menjelaskan fungsi masing-masing pancaindra dalam aktivitas sehari-hari (Multistructural).

2 JP

3

Tubuh dan Pancaindra

Keterkaitan Indra

IPAS-B-03

Mengaitkan peran dua indra atau lebih dalam mengenali suatu benda/fenomena melalui pengamatan (Relational).

4 JP

4

Tubuh dan Pancaindra

Merawat Tubuh

IPAS-B-04

Merumuskan solusi atau cara merawat pancaindra dari potensi bahaya di lingkungan sekitar (Extended Abstract).

4 JP

5

Makhluk Hidup

Tahap Pertumbuhan

IPAS-B-05

Mengidentifikasi tahapan siklus hidup pada satu jenis hewan peliharaan (Unistructural).

2 JP

6

Makhluk Hidup

Beragam Siklus

IPAS-B-06

Membandingkan tahapan siklus hidup antara hewan dan tumbuhan di lingkungan sekitar (Multistructural).

4 JP

7

Makhluk Hidup

Rantai Kehidupan

IPAS-B-07

Menganalisis hubungan antara siklus hidup suatu makhluk dengan pelestarian lingkungannya (Relational).

4 JP

8

Makhluk Hidup

Aksi Pelestarian

IPAS-B-08

Merancang kampanye sederhana berupa poster untuk melindungi ekosistem dan siklus hidup hewan langka (Extended Abstract).

4 JP

9

Gaya dan Gerak

Konsep Dasar Gaya

IPAS-B-09

Mendemonstrasikan pengertian gaya tarikan dan dorongan pada benda (Unistructural).

2 JP

10

Gaya dan Gerak

Jenis-jenis Gaya

IPAS-B-10

Mengklasifikasikan jenis-jenis gaya (otot, gesek, magnet, gravitasi) dari percobaan sederhana (Multistructural).

4 JP

11

Gaya dan Gerak

Pengaruh Gaya

IPAS-B-11

Menjelaskan hubungan antara besarnya gaya dengan perubahan bentuk atau arah gerak benda (Relational).

4 JP

12

Gaya dan Gerak

Aplikasi Gaya

IPAS-B-12

Menciptakan alat atau mainan sederhana yang memanfaatkan minimal dua jenis gaya (Extended Abstract).

6 JP

13

Energi di Sekitar

Bentuk Energi

IPAS-B-13

Menyebutkan berbagai bentuk energi yang sering digunakan di rumah (Unistructural).

2 JP

14

Energi di Sekitar

Perubahan Energi

IPAS-B-14

Mengidentifikasi ragam perubahan bentuk energi pada alat-alat elektronik (Multistructural).

4 JP

15

Energi di Sekitar

Hukum Energi

IPAS-B-15

Menyimpulkan bahwa energi tidak hilang melainkan berubah bentuk melalui eksperimen kelompok (Relational).

4 JP

16

Energi di Sekitar

Penghematan Energi

IPAS-B-16

Mendesain prosedur atau aturan penghematan energi yang dapat diterapkan di sekolah (Extended Abstract).

4 JP

17

Nilai Kehidupan

Mata Uang

IPAS-B-17

Mengenali simbol nominal mata uang yang berlaku dan penggunaannya (Unistructural).

2 JP

18

Nilai Kehidupan

Nilai Tukar

IPAS-B-18

Menguraikan fungsi uang sebagai alat tukar dan satuan hitung dalam jual beli (Multistructural).

2 JP

19

Nilai Kehidupan

Kebutuhan vs Keinginan

IPAS-B-19

Menganalisis perbedaan antara kebutuhan pokok dan keinginan berdasarkan skala prioritas (Relational).

4 JP

20

Nilai Kehidupan

Pengelolaan Uang

IPAS-B-20

Mensimulasikan cara mengelola uang jajan atau saku secara bijak dalam bentuk buku kas sederhana (Extended Abstract).

6 JP


Seetelah Langkah ini selesai, bapak dan ibu bisa Menyusun Program Semester, selamat mencoba bapak dan ibu guru hebat. 


Referensi

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2025). Panduan pembelajaran dan asesmen: Pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah (Edisi Revisi). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar