![]() |
| IRB RAPOR PENDIDIKAN |
A. Sekolah Butuh Solusi, Bukan Ramalan
Rapor Pendidikan merupakan salah satu indikator penting, dalam penyusun perencanaan kerja sekolah berbasis data, selain indikator pendukung lainnya seperti hasil EDS, Tracerstudy dan data lainnya yang relevan.Satuan Pendidikan perlu merubah paradigma pola pikir lama dengan pola pikir bertumbuh.
Perhatikan gambar di bawah ini.
| Pola Pikir Lama VS Pola Pikir Baru |
- Jadikan data sebagai bahan evaluasi dan refleksi untuk membuat tindaklanjut sebagai program kerja yang berbasis data, sehingga program kerja menjadi terukur dalam peningkatan mutu sekolah
- Perencanaan dibuat bukan berdasarkan ansumsi apa lagi meramal, sekolah perlu memanfaatkan data sebagai pondasi dalam perencanaan (Perencanaan Berbasis Data)
- Output bukan hanya focus pada nilai akhir murid, tetapi merupakan hasil dari proses kualitas ekosisitem secara menyeluruh (Input-proses-output) sebagai satu kesatuan.
Contoh Penyusunan Indikator TP dan KKTP Berdasarkan Taksonomi SOLO serta Pengelolaan Asesmen
- Panduan Lengkap Penyusunan RKJM Sekolah Berbasis Data : Template RKJM SD-SMP dan SMA (Full BAB I s.d V)
- Template Kurikulum Pembelajaran Mendalam (PRAKTIS, SIAP COPY)
- Cara Menganalisis Hasil Monev untuk Penyusunan RKT Berbasis Data ( Contoh Laporan Siap Download)
- Cara Menyusun RKT Sekolah SD/SMP/SMA 2026
- Cara Analisis CP, TP, ATP, dan KKTP Berbasis Taksonomi SOLO Panduan Sistematis dan Praktis untuk Guru
- Cara Menyusun Rkjm Sekolah Berbasis Data Untuk Peningkatan Mutu (Panduan Lengkap Bagian 1)
- COPY CP 046 IPAS FASE B LENGKAP DENGAN TP BERBASIS TAKSONOMI SOLO
- Cara Praktis Menyusun Prota Dan Menghitung Alokasi Waktu Kurikulum Merdeka (Lengkap Dengan Contoh)
B. Rapor Pendidikan Sebagai Pondasi Peningkatan Mutu Sekolah
Rapor Pendidikan merupakan potret atau cermin dari satuan Pendidikan yang dituangkan kedalam bentuk data. Data tersebut bukan sebagai bentuk hukuman, tetapi untuk meningkatkan mutu pendidikan lebih baik, dengan cara melakukan analisis mulai dari identifikasi, Refleksi dan benahi (IRB).1. Keselarasan Rapor Pendidikan dengan SNP (Standar Nasional Pendidikan)
Perlu di ketahui bahwa rapor pendidikan menampilan data yang selarasa dengan SNP, perhatikan gambar di bawah ini| Pemetaan Standar SNP dan Elemen Rapor Pendidikan |
Berdasarkan gambar tersebut di atas, bahwa Standar Nasional Pendidikan merupakan standar minimal yang memiliki 8 Standar yang di petakan menjadi 3 aspek (Keluaran (output), Proses, dan masukan (input).
Sedangkan pada rapor Pendidikan memiliki 5 dimensi dengan Indikator rapor pendidikan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas 3 (tiga) aspek, yaitu: . Aspek input, Aspek proses; dan Aspek output.
Untuk lebih jelasnya maka silahkan download: Keputusan Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2026 Tentang Indikator Rapor Pendidikan
Selanjutnya mari kita petakan keselarasan antara rapor Pendidikan dan SNP 8 Standar.
|
Standar SNP /Rapor
Pendidikan |
Aspek Memuat |
||
|
Input
(masukan) |
Proses |
Output
(Keluaran) |
|
|
SNP |
Standar Tendik |
Standar
Proses |
Standar Kompetensi
Lulusan |
|
Rapor Pendidikan |
Dimensi C
kompetensi dan kinerja guru dan tenaga kependidikan;
|
Dimensi D
|
Dimensi A
|
|
Label Kriteria
Rapor |
Label capaian untuk indikator rapor pendidikan |
||
|
Indikator
Kesenjangan |
Baik (Hijau) |
Sedang
(Kuning) |
Kurang
(Merah) |
Selanjutnya kita akan memetakan setiap dimensi pada table di atas untuk rapor pendidikan.
2. Indikator Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Di bawah ini adalah contoh tabel dari dimensi A. Mutu dan Relevansi Hasil Belajar Peserta Didik|
Nomor Indikator |
Nama Indikator |
Definisi Konseptual |
Definisi Operasional Indikator |
|
A.1 Indikator Utama |
Kemampuan literasi |
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan,
mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah
dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia
agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat. |
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam
memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks
informasional dan teks fiksi). |
|
A.1.1 Sub indikator |
Kompetensi membaca teks informasi |
Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan,
merefleksi, dan mengevaluasi teks informasional (non-fiksi). |
Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menggunakan,
merefleksi, dan mengevaluasi teks informasional (non fiksi) |
|
A.1.2 |
dst |
dst |
dst |
Selanjutnya kita lihat rapor pendidikannya, bagian dari rapor Pendidikan sebelum kita akan membedahnya menjadi rencana kerja sekolah
3. Gambaran Rapor Pendidikan (Laporan Rapor)
| Gambar Rapor Pendidikan (Laporan Lapor) |
4. Gambaran Rapor Pendidikan (Rekom Prioritas)
| Gambar Tampilan Rapor (Rekom Prioritas) |
Pada rekom prioritas ini, sebagai bentuk eksekusi kita , yang akan kita jadikan tindak lanjut untuk membenahi kesenjangan dalam bentuk program kerja berbasis data.
C. Menganalisis Program Kerja Berbasis Data (IRB)
Untuk Menyusun rencana kerja maka langkkah yang kita lakukan adalah :- Melakukan identifikasi masalah pada rapor pendidikan dengan cara; menelaah rapor pendidikan, memilih indikator yang menjadi akar masalah sebagai fokus perbaikan
- Melakukan refleksi; kepala sekolah dan guru Melakukan diskusi untuk mereflesikan proses pembelajaran dan tatakelola yang memicu masalah tersebut
- Melakukan benahi Perencanaan dan anggaran ; Memasukan kegiatan pembenahan ke dalam dokumen perencanaan (RKJM/RKT/RKAS)
- Melakukan benahi Implementasi dan Evaluasi ;Menjalankan kegiatan yang sudah direncanakan dan melakukan evaluasi internal secara berkala terhadap dampak tersebut (Siklus SPMI)
![]() |
| Siklus IRB Rapor Pendidikan |
Kita akan kupas IRB dengan cara praktik langsung, data yang kita dapatkan nanti akan kita masukan ke dalam lembar rencana kerja RKT
1. Perhatikan gambar 1 di bawah ini, bentuk dari rapor Pendidikan, selanjutnya kita delete capian dan skor.
Gambar 1:| Gambar Rapor Pendidikan yang masih utuh (Rekom Prioritas) |
Gambar 2 menjadi seperti ini
| Gambar Hasil Rapor Pendidikan yang sudah di delete (Capian dan Skornya) |
Kita sudah mendapatkan identifikasi, identifikasi bisa kita copy ke dalam Lembar kerja RKT
2. Langkah ke 2 (Melakukan refleksi dalam menetukan perbaikan prioritas)
Perhatikan gambar di bawah ini, untuk level 1 sudah kita delete, kita sisakan level 2 yang berwarna kuning sebagai akar masalah yang akan kita benahi.Perhatikan gambar 3 di bawah ini
| Gambar Rapor Pendidikan yang masih utuh inspirasi benahinya |
Selanjutnya kita copy akar masalah penyebab kesenjangan indikator Utama dalam lembar Rencana Kerja RKT, fokus pada inspirasi kegiatan benahi
3. Melanjutkan Benahi
Di dalam benahi perlu di perhatikan ini ada tahapan yaitu 1. Benahi Rencana Upaya perbaikan dan 2. Benahi Implementasi dan Evaluasi.Perhatikan gambar 4 di bawah ini
| Tampilan Rapor Pendidikan yang sudah dihilangkan Inspirasi benahinya |
Selanjutnya setelah kita sesuikan dengan inspirasi maka kita delete yang tidak dipakai pada inspirasi, kita tetapkan kegiatan benahi menjadi seperti gambar di atas, di bagian inspirasi no 2 dan 3 kita delete saja.
D. Lembar Rencana Kerja RKT
Setelah selesai menganalisis IRB langkah selanjutnya memasukan ke dalam lembar rencana kerja RKT, Format seperti di bawah ini.
|
No |
|
|
Kegiatan Benahi (Kegiatan Menyelesaikan Akar Masalah)
|
Penjelasan
Implementasi Kegiatan |
Penggunaan Biaya Ya/Tidak |
|
1
|
Kemampuan Numerasi
|
Kompetensi pada domain Data dan
Ketidakpastian
|
Peningkatan kompetensi Guru tentang domain data dan ketidakpastian
sebagai bagian dari kemampuan numerasi melalui pelatihan |
Guru mengikuti kegiatan workshop 1 hari
tentang Peningkatan kompetensi
numerasi di sekolah (domain data dan ketidakpastian) |
Ya |
|
Kompetensi pada domain Data dan
Ketidakpastian
|
Peningkatkan kompetensi Guru tentang domain data dan ketidakpastian
sebagai bagian dari kemampuan numerasi melalui diskusi kombel |
Guru mempraktikkan dan mendiskusikan
pembuatan soal numerasi secara rutin 1 x sebulan di Komunitas Belajar sekolah |
Tidak |
E. Lembar Kerja Rancangan ARKAS
Setelah selesai mengerjakan Lembar Rencana Kerja RKT, maka langkah selanjutnya Menyusun ke dalam Lembar Kerja Rancangan ARKAS .|
No |
Kegiatan
Benahi
|
Penjelasan Implementasi Kegiatan
|
Kegiatan
ARKAS (Kegiatan
BOS) |
Bulan |
Uraian
Kegiatan |
|||||
|
Uraian
Kegiatan |
Jumlah |
Satuan |
Harga Satuan |
Total |
||||||
|
1 |
Peningkatkan kompetensi Guru tentang domain data dan ketidakpastian
sebagai bagian dari kemampuan numerasi melalui pelatihan |
Guru
mengikuti kegiatan workshop 1 hari tentang Peningkatan kompetensi numerasi di sekolah (domain data dan
ketidakpastian) |
Peningkatan kompetensi guru untuk memperkuat
numerasi |
Juli |
Kertas F4 |
5 |
Rim |
60.000 |
300.000 |
|
|
Fotocopy |
100 |
Lembar |
400 |
40.000 |
||||||
|
Konsumsi Sanck |
10 |
Kotak |
5000 |
50.000 |
||||||
|
Honor Narasumber |
1 |
Orang |
300.000 |
300.000 |
||||||
|
|
Jumlah |
|
|
|||||||
|
2 |
Peningkatan kompetensi dan pengetahuan guru tentang berbagai bentuk
hukuman fisik melalui pelatihan
|
Workshop satu
hari tentang Penerapan program pencegahan Perundungan |
Penerapan Program Peceggahan
Perundungan |
Juni |
Kertas F4 |
|
|
|
|
|
|
Fotocopy |
|
|
|
|
||||||
|
Konsumsi Sanck |
|
|
|
|
||||||
|
Honor Narasumber |
|
|
|
|
||||||
Setelah selesai melakukan pemetaan Perencanaan program kerja berbasis data maka selanjutnya, menuangkan ke dalam RKT.
Selanjutnya bagaimana menerapkan kedalam siklus SPMI ? akan kita bahas Bersama dalam siklus SPMI terbaru

