Senin, 03 Agustus 2026

Pemanfaatan Rapor Pendidikan (Identifikasi,Refleksi,Benahi ) dalam Implementasi SPMI

 

Pemanfaatan Rapor Pendidikan  (Identifikasi,Refleksi,Benahi ) dalam Implementasi SPMI
IRB RAPOR PENDIDIKAN

Penulis : KURNIAWAN
Pengawas Sekolah Dikdas - LU

A.    Sekolah Butuh Solusi, Bukan Ramalan

Rapor Pendidikan merupakan salah satu indikator penting, dalam penyusun perencanaan kerja sekolah berbasis data, selain indikator pendukung lainnya seperti hasil EDS, Tracerstudy dan data lainnya yang relevan.

Satuan Pendidikan perlu merubah paradigma pola pikir lama dengan pola pikir bertumbuh.

Perhatikan gambar di bawah ini.

Paradigma Pola pikir Lama dan Baru
Pola Pikir Lama VS Pola Pikir Baru

Berdsarkan gambar di atas, maka perlunya kita merubah paradigma dengan bertransformasi dari pola pikir lama ke pola pikir bertumbuh, melalui aksinyata :
  1. Jadikan data sebagai bahan evaluasi dan refleksi untuk membuat tindaklanjut sebagai program kerja yang berbasis data, sehingga program kerja menjadi terukur dalam peningkatan mutu sekolah

  2. Perencanaan dibuat bukan berdasarkan ansumsi apa lagi meramal, sekolah perlu memanfaatkan data sebagai pondasi dalam perencanaan (Perencanaan Berbasis Data)

  3. Output bukan hanya focus pada nilai akhir murid, tetapi merupakan hasil dari proses kualitas ekosisitem secara menyeluruh (Input-proses-output) sebagai satu kesatuan.
Untuk memahami lebih lanjut siklus pembelajaran dan kerangka evaluasi dapat di baca pada blog ini :
  1. Contoh Penyusunan Indikator TP dan KKTP Berdasarkan Taksonomi SOLO serta Pengelolaan Asesmen

  2. Panduan Lengkap Penyusunan RKJM Sekolah Berbasis Data : Template RKJM SD-SMP dan SMA (Full BAB I s.d V)
  3. Template Kurikulum Pembelajaran Mendalam (PRAKTIS, SIAP COPY)
  4. Cara Menganalisis Hasil Monev untuk Penyusunan RKT Berbasis Data ( Contoh Laporan Siap Download)
  5. Cara Menyusun RKT Sekolah SD/SMP/SMA 2026 
  6. Cara Analisis CP, TP, ATP, dan KKTP Berbasis Taksonomi SOLO Panduan Sistematis dan Praktis untuk Guru
  7. Cara Menyusun Rkjm Sekolah Berbasis Data Untuk Peningkatan Mutu (Panduan Lengkap Bagian 1)
  8. COPY CP 046 IPAS FASE B LENGKAP DENGAN TP BERBASIS TAKSONOMI SOLO
  9. Cara Praktis Menyusun Prota Dan Menghitung Alokasi Waktu Kurikulum Merdeka (Lengkap Dengan Contoh)

B. Rapor Pendidikan Sebagai Pondasi Peningkatan Mutu Sekolah

Rapor Pendidikan merupakan potret atau cermin dari satuan Pendidikan yang dituangkan kedalam bentuk data. Data tersebut bukan sebagai bentuk hukuman, tetapi untuk meningkatkan mutu pendidikan lebih baik, dengan cara melakukan analisis mulai dari identifikasi, Refleksi dan benahi (IRB).

1. Keselarasan Rapor Pendidikan dengan SNP (Standar Nasional Pendidikan)

Perlu di ketahui bahwa rapor pendidikan menampilan data yang selarasa dengan SNP, perhatikan gambar di bawah ini
Kerangka Evaluasi
 Pemetaan Standar SNP dan Elemen Rapor Pendidikan


Berdasarkan gambar tersebut di atas, bahwa Standar Nasional Pendidikan merupakan standar minimal yang memiliki 8 Standar yang di petakan menjadi 3 aspek (Keluaran (output), Proses, dan masukan (input).

Sedangkan pada rapor Pendidikan memiliki 5 dimensi dengan Indikator rapor pendidikan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas 3 (tiga) aspek, yaitu: . Aspek input, Aspek proses; dan Aspek output.

Untuk lebih jelasnya maka silahkan download: Keputusan Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2026 Tentang Indikator Rapor Pendidikan


Selanjutnya mari kita petakan keselarasan antara rapor Pendidikan dan SNP 8 Standar. 

Jika Belum memiliki 8 Standar Nasional Pendidikan silahkan download di bawah ini, sebagai standar minimal pada satuan pendidikan.

Download : 8  Standar Nasional Pendidikan

Tabel keselarasan SNP dan Rapor Pendidikan

Standar SNP

/Rapor Pendidikan

Aspek Memuat

Input (masukan)

Proses

Output (Keluaran)

SNP

Standar Tendik
Standar Sapras
Standar Standar Pembiayaan

Standar Proses
Standar Isi
Standar Penilaian
Standar Pengelolalaan

Standar Kompetensi Lulusan

Rapor Pendidikan

Dimensi C kompetensi dan kinerja guru dan tenaga kependidikan;


Dimensi E pengelolaan satuan pendidikan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Dimensi D
mutu dan relevansi pembelajaran.


Dimensi E
pengelolaan satuan pendidikan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Dimensi A
mutu dan relevansi hasil belajar peserta didik

 Dimensi B
pemerataan pendidikan yang bermutu

Label Kriteria Rapor

Label capaian untuk indikator rapor pendidikan

Indikator Kesenjangan

Baik (Hijau)

Sedang (Kuning)

Kurang (Merah)

Selanjutnya kita akan memetakan setiap dimensi pada table di atas untuk rapor pendidikan.

2. Indikator Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Di bawah ini adalah contoh tabel dari dimensi A. Mutu dan Relevansi Hasil Belajar Peserta Didik

Tabel dimensi Mutu dan Relevansi Hasil Belajar Peserta Didik

Nomor Indikator

Nama Indikator

Definisi Konseptual

Definisi Operasional Indikator

A.1

Indikator Utama

Kemampuan literasi

Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).

A.1.1

Sub indikator

Kompetensi membaca teks informasi

Kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks informasional (non-fiksi).

Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks informasional (non fiksi)

A.1.2

dst

dst

dst

Selanjutnya kita lihat rapor pendidikannya, bagian dari rapor Pendidikan sebelum kita akan membedahnya menjadi rencana kerja sekolah

3. Gambaran Rapor Pendidikan (Laporan Rapor)
Gambar  Laporan Rapor Pendidikan
Gambar Rapor Pendidikan  (Laporan Lapor)


4. Gambaran Rapor Pendidikan (Rekom Prioritas)

Tampilan Rapor Pendidikan Rekom Prioritas
Gambar Tampilan Rapor (Rekom Prioritas) 

Pada rekom prioritas ini, sebagai bentuk eksekusi kita , yang akan kita jadikan tindak lanjut untuk membenahi kesenjangan dalam bentuk program kerja berbasis data.

Jika kita amati dari rapor pedidikan ini, kesenjangan pada indikator utama bersumber dari sub indikator A.2.4 Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian sebagai akar masalah yang akan kita benahi.

C. Menganalisis Program Kerja Berbasis Data (IRB)

Untuk Menyusun rencana kerja maka langkkah yang kita lakukan adalah :
  1. Melakukan identifikasi masalah pada rapor pendidikan dengan cara; menelaah rapor pendidikan, memilih indikator yang menjadi akar masalah sebagai fokus perbaikan
  2. Melakukan refleksi; kepala sekolah dan guru Melakukan diskusi untuk mereflesikan proses pembelajaran dan tatakelola yang memicu masalah tersebut
  3. Melakukan benahi Perencanaan dan anggaran ; Memasukan kegiatan pembenahan ke dalam dokumen perencanaan (RKJM/RKT/RKAS) 
  4. Melakukan benahi Implementasi dan Evaluasi ;Menjalankan kegiatan yang sudah direncanakan dan melakukan evaluasi internal secara berkala terhadap dampak tersebut (Siklus SPMI)

Perhatikan gambar siklus IRB di bawah ini

Siklus IRB Rapor Pendidikan
Siklus IRB Rapor Pendidikan

Kita akan kupas IRB dengan cara praktik langsung, data yang kita dapatkan nanti akan kita masukan ke dalam lembar rencana kerja RKT

1. Perhatikan gambar 1 di bawah ini, bentuk dari rapor Pendidikan, selanjutnya kita delete capian dan skor.

Gambar 1:
Gambar Rapor Pendidkan yang sudah di analisis lebih lanjut
Gambar Rapor Pendidikan yang masih utuh (Rekom Prioritas)

Gambar 2 menjadi seperti ini

Rapor Pendidikan yang sudah di hapus
Gambar Hasil Rapor Pendidikan yang sudah di delete (Capian dan Skornya)



Kita sudah mendapatkan identifikasi, identifikasi bisa kita copy ke dalam Lembar kerja RKT

2. Langkah ke 2 (Melakukan refleksi dalam menetukan perbaikan prioritas)

Perhatikan gambar di bawah ini, untuk level 1 sudah kita delete, kita sisakan level 2 yang berwarna kuning sebagai akar masalah yang akan kita benahi.

Perhatikan gambar 3 di bawah ini
Rapor pendidikan dengan Inspirasi
Gambar Rapor Pendidikan yang masih utuh inspirasi benahinya


Selanjutnya kita copy akar masalah penyebab kesenjangan indikator Utama dalam lembar Rencana Kerja RKT, fokus pada inspirasi kegiatan benahi

3. Melanjutkan Benahi

Di dalam benahi perlu di perhatikan ini ada tahapan yaitu 1. Benahi Rencana Upaya perbaikan dan 2. Benahi Implementasi dan Evaluasi.

Perhatikan gambar 4 di bawah ini
Rapor Pendidkan yan sudah di analisis
Tampilan Rapor Pendidikan yang sudah dihilangkan Inspirasi benahinya

Selanjutnya setelah kita sesuikan dengan inspirasi maka kita delete yang tidak dipakai pada inspirasi, kita tetapkan kegiatan benahi menjadi seperti gambar di atas, di bagian inspirasi no 2 dan 3 kita delete saja.

D. Lembar Rencana Kerja RKT

Setelah selesai menganalisis IRB langkah selanjutnya memasukan ke dalam lembar rencana kerja RKT, Format seperti di bawah ini.

Lembar Rencana Kerja RKT

 

No



Identifikasi

 


Akar Masalah (Refleksi)

 

Kegiatan  Benahi

 (Kegiatan Menyelesaikan Akar Masalah)

 

Penjelasan Implementasi  Kegiatan
(Rincian kegiatan lebih spesifik dari kegiatan benahi )

 Penggunaan Biaya

Ya/Tidak

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemampuan Numerasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian










 

Peningkatan kompetensi Guru  tentang domain data dan ketidakpastian sebagai bagian dari kemampuan numerasi melalui pelatihan

Guru mengikuti kegiatan workshop 1 hari tentang Peningkatan kompetensi  numerasi di sekolah (domain data dan ketidakpastian)

Ya

Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian

 

 

 

 

Peningkatkan kompetensi Guru  tentang domain data dan ketidakpastian sebagai bagian dari kemampuan numerasi melalui diskusi kombel

Guru mempraktikkan dan mendiskusikan pembuatan soal numerasi secara rutin 1 x  sebulan di Komunitas Belajar sekolah

Tidak


E. Lembar Kerja Rancangan ARKAS

Setelah selesai mengerjakan Lembar Rencana Kerja RKT, maka langkah selanjutnya Menyusun ke dalam Lembar Kerja Rancangan ARKAS .

No

Kegiatan Benahi

 

Penjelasan Implementasi  Kegiatan 

 

Kegiatan ARKAS

(Kegiatan BOS)

 

Bulan

Uraian Kegiatan

Uraian Kegiatan

Jumlah

Satuan

Harga Satuan

Total

1

Peningkatkan kompetensi Guru  tentang domain data dan ketidakpastian sebagai bagian dari kemampuan numerasi melalui pelatihan

Guru mengikuti kegiatan workshop 1 hari tentang Peningkatan kompetensi  numerasi di sekolah (domain data dan ketidakpastian)

Peningkatan kompetensi guru untuk memperkuat numerasi

Juli

Kertas F4

5

Rim

60.000

300.000

Fotocopy

100

Lembar

400

40.000

Konsumsi Sanck

10

Kotak

5000

50.000

Honor Narasumber

1

Orang

300.000

300.000

 

Jumlah

 

 

2

Peningkatan kompetensi  dan pengetahuan guru tentang berbagai bentuk hukuman fisik melalui pelatihan

 

Workshop satu hari tentang  Penerapan program  pencegahan Perundungan

Penerapan Program Peceggahan Perundungan

Juni

Kertas F4

 

 

 

 

Fotocopy

 

 

 

 

Konsumsi Sanck

 

 

 

 

Honor Narasumber

 

 

 

 


Setelah selesai melakukan pemetaan Perencanaan program kerja berbasis data maka selanjutnya, menuangkan ke dalam RKT.

Selanjutnya bagaimana menerapkan kedalam siklus SPMI ? akan kita bahas Bersama dalam siklus SPMI terbaru